BORNEONEWS, Buntok - Dinas Kesehatan Barito Selatan (Barsel), melaksanakan Mass Blood Survey (MBS) untuk antisipasi penyebaran dan penularan penyakit malaria.
"Mass Blood Survey yakni melakukan pengecekan, pemeriksaan sampel darah untuk mengetahui warga ada atau tidak tertular penyakit malaria," kata Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan, Djul Kurnia Palar, melalui Kasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular, Anita Aprilisa kepada Borneonews, Jumat (28/4/2017).
Ia mengatakan, pemeriksaan MBS ini rutin dilakukan untuk mengetahui penyebaran penyakit malaria. MBS ini, lanjut dia, merupakan program rencana eliminasi malaria pada tahun 2018 mendatang.
Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi dan mengetahui penyebaran penyakit malaria diwilayah Barsel. Hal ini, lanjut dia merupakan syarat untuk mengikuti program eliminasi malaria dimaksud.
Contohnya, sebut dia, jika ada yang tiba-tiba sakit malaria namun tidak pernah keluar daerah itu disebut kasus penularan setempat. "Kasus penularan setempat ini tidak bolah ada selama tiga tahun," jelas dia.
Oleh karena itu, lanjut dia, salah satu syarat untuk program eliminasi malaria. Kecuali, seseorang keluar daerahnya setelah pulang mengalami penyakit malaria. Hal ini nantinya dinilai dan dievaluasi dari tim eliminasi dari pusat dan provinsi.
Intinya Mass Blood Survey, memantau hasil mencek dan mengambil sampel darah. "Jika ditemukan kasus dimaksud, kita akan memutus mata rantai penyebarannya," beber dia. (URIUTU DJAPER/B-8).
Dinkes Barsel Laksanakan MBS Sebagai Antisipasi Penyebaran Penyakit Malaria
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Di Kapuas, Malaria masih Berpotensi Terjadi
2018, Kapuas Targetkan Bebas Malaria
Empat Kecamatan di Kapuas Endemis Malaria
Dinkes Imbau Masyarakat Sigap Antisipasi Penyakit Pasca Banjir
Dinkes Sukamara Langsung Lakukan Fogging Fokus Cegah Penyebaran DBD
Dinkes Imbau Warga Waspadai Penyakit di Musim Penghujan
Komentar (0)
Memuat komentar…

