BORNEONEWS, Pulang Pisau- Masih banyak potensi yang terlihat belum mendapat perhatian pemerintah pusat, menjadi sorotan DPR RI. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI Ermalena saat berkunjung ke Pulang Pisau, Rabu (3/5/2017).
Ia mengatakan bahwa jakarta tidak selalu tahu potensi yang ada di daerah. Hal itu terkait dengan persoalan yang dihadapi daerah seperti yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau yang masyarakatnya kesulitan untuk memasarkan hasil produksi pertaniannya. "Pulang Pisau sebagai penyuplai beras di Kalteng itu merupakan hal tidak main-main," katanya.
Kesulitan pemasaran yang yang dihadapi oleh petani yang kemudian menjual padinya keluar sehingga menjadi lebel dari daerah luar dan kembali lagi ke Pulang Pisau menurutnya hasil dari produksi tersebut nilai tambah akhirnya tidak semuanya berada di Pulang Pisau.
Dia menyarankan pemerintah Kabupaten Pulang Pisau untuk melakukan pendekatan kepada kementrian koprasi dan UKM untuk mendapatkan perhatian secara khusus terkait kesulitan yang dihadapi oleh Pemkab Pulang Pisau.
"Kesulitan kita saat ini bahwa jakarta tidak selalu tahu potensi yang ada di daerah dan mereka akan tahu ketika kita menyampaikan," kata Politisi PPP ini.
Namun dari sisi lain politisi PPP mengaku terkesan dengan yang disampaikan oleh pemerintah kabupaten Pulang Pisau terkait gambaran daerah. "Saya melihat Pulang Pisua ini lari cukup kencang dan ada kekompakan," katanya.
Ia berharap sumber daya yang ada bisa melakukan gotong royong dan melakukan kekompakan lebih hebat lagi untuk meMbuat Kabupaten Pulang Pisau lebih maju lagi. (JAMES DONNY/B-8)
Ermalena: Jakarta Selalu Tidak Tahu Potensi Daerah
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Potensi Pelabuhan Sangat Menjanjikan
Semua Komisi DPRD Kapuas ke Jakarta
FBIM Ajang Pengenalan Potensi Daerah
SOPD Diminta Berusaha Lebih Keras Gali Potensi Pajak Dan Retribusi Daerah
Ini Oleh-Oleh DRPD Kota Palangka Raya Seusai Kunjungan Kerja ke Kabupaten Tanah Laut
Pemkab Tanah Laut Belajar Ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kapuas
Komentar (0)
Memuat komentar…

