BORNEONEWS, Sampit - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran akan menarik pungutan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor perkebunan dan pertambangan yang nilainya diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
"Pungutan CPO akan kita lakukan dengan pengusaha di Kalteng," kata Sugianto, Selasa (23/5/2017) saat memimpin upacara HUT Kalteng, di Sampit, Kabupaten Kotim.
"Tidak ada Kabupaten dan Kota melakukan pungutan royalti, tapi melalui satu pintu, hasilnya nanti 70 persen saya kembalikan ke kabupaten kota penghasilnya," lanjut Sugianto.
Masalah itu, menurut Sugianto, perlu sinergitas antar-provinsi dan kabupaten/kota. Karena ia yakin kekayaan alam Kalteng dari semua sektor sangat besar, seperti batu bara jika dipungut nilainya bisa mencapai Rp700 miliar, itu yang akan dijadikan sebagai pendapatan asli daerah (PAD).
"Termasuk pajak kendaraan bermotor dan rokok, saya yakin jika itu semua ditarik PAD bisa mencapai Rp3-Rp4 triliun, bahkan kalau bisa capai Rp5 triliun," ujarnya.
Dikatakan Sugianto, tidak ada yang tidak mungkin kalau mau kerja iklas dan tulus. "Saya siap mundur jadi gubernur kalau tidak bisa mengangkat PAD Kalteng," janjinya.
Dari itu ia meminta bupati/walikota punya terobosan meningkatkan pembangunan di setiap daerahnya agar bisa maju dan meningkatkan tarap hidup masyarakat. (NACO/B-5)
Pemprov Kalteng Akan Pungut PAD dari Sektor Tambang dan Kebun
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Legislator Ingatkan SOPD di Gunung Mas Realisasikan Target PAD
Pemkab Barito Utara Gelar Rapat Evaluasi PAD Semester I Tahun Anggaran 2017
Hingga Juli 2016 Realisasi PAD Kotim Terrealisasi 50,2 Persen
Bappenda Prioritaskan Pemutakhiran Data PBB untuk Peningkatan PAD
Sejumlah Potensi PAD di Kotim Belum Tergarap Maksimal
Tingkatkan PAD, DPKAD Sukamara Data Objek Berpotensi Pajak
Komentar (0)
Memuat komentar…

