BORNEONEWS, Sampit - Lurah Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Karyadi yang sudah ditetapkan sebagai tersangka akibat Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim saber pungli, terancam mendapatkan hukuman 12 tahun penjara dan denda uang sebanyak Rp10 miliar.
"Tersangka kami jerat dengan Pasal 12 KUHP tentang gratifikasi, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp10 miliar," ujar Kasat Reskrim Polres Kotim Erwin Togar HS, Jumat (26/5/2017).
Ia menjelaskan pelaku dijerat dengan pasal tersebut karena tengah melakukan pungli yang dianggap sangat membebankan kepada masyarakat kecil. Selain itu, tersangka juga diduga melakukan hal itu tidak hanya sekali, dan sudah sering. Hanya saja tidak dilaporkan oleh para korbannya.
Sementara pelaku sendiri sudah dietapkan menjadi tersangka dan rencananya pada Rabu (31/5/2017) mendatang akan dipanggil, hingga dilakukan penahanan. Penangkapan Kariyadi bermula pada saat salah seorang warga berinisial AD datang ke kantor kelurahan untuk membuat surat kepemilikan tanah (SKT).
Karyadi meminta bayaran Rp2,5 juta untuk biaya penerbitan SKT. Namun, AD menawar membayar Rp1,5 juta dan langsung disetujui oleh Lurah tersebut. Namun tidak lama setelah transaksi, Tim Saber Pungli datang ke TKP dan melakukan penggeledahan.
Tim menemukan uang Rp1,5 juta di dalam map berisi berkas pembuatan SKT yang diberikan oleh AD. Selanjutnya, Kariyadi dan barang bukti dibawa ke Mapolres Kotim untuk diproses lebih lanjut. (MUHAMMAD HAMIM/B-8)
Lurah Tersangka OTT Pungli Diancam 12 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Miliar
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tim Saber Pungli Belum Ambil Langkah Soal OTT Pegawai Puskesmas
Soal OTT, Inspektorat Tunggu Hasil Tim Saber Pungli
Diduga Pungli Polisi OTT ASN Disdik Kapuas
Terkait Kasus OTT Pungli Puskesmas Ketapang I, Bupati: Selesaikan secara Kekeluargaan
Sore ini, Tim Saber Pungli Gelar Perkara Kasus OTT di Puskesmas Ketapang I
Tiga ASN Dinas Pendidikan Kapuas Jadi Tersangka Kasus Pungli
Komentar (0)
Memuat komentar…

