BORNEONEWS, Palangka Raya – Penjabat Sekda Kalteng, Sahrin Daulay menyebut perlunya rangsangan pertumbuhan ekonomi dengan menyasar sektor usaha non sumber daya alam (SDA). Ini didasari sebaran tertinggi peningkatan tenaga kerja terjadi pada lapangan usaha pertambangan, energi, dan pengolahan air dan limbah.
Hasil Sensus Ekonomi 2016 (SE2016) mencatat 237.092 usaha di Kalteng merupakan perusahaan non pertanian. Secara angka, capaian 2016 ini memang meningkat dibandingkan hasil Sensus Ekonomi 2006 yang berjumlah 185.643 usaha atau perusahaan.
“Pemprov melakukan berbagai kebijakan disusun untuk mendukung stimulus di bidang ekonomi, menciptakan iklim investasi baru, dan percepatan pertumbuhan perekonomian daerah yang bertumpu pada sektor non-SDA,” ucapnya, Senin (29/5/2017).
Dari hasil sensus ini pula mencatatkan jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam aktivitas ekonomi. Kondisi ini juga menunjukkan daya serap sebagian besar tenaga kerja masih berada di lapangan usaha yang berbasis ekonomi rumatangga. Karena itu, perlu dilakukan penataan secara lebih baik.
Di sisi lain masih rendahnya daya serap tenaga kerja pada lapangan usaha menengah besar, perlu diciptakan lapangan kerja baru yang bersinergi dengan pengembangan industri yang lebih besar. (ROZIQIN/B-6)
Sekda: Tumbuhkan Iklim Investasi Baru Sektor Non Sumber Daya Alam
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Mendag Undang Pebisnis Rusia Investasi di Sektor Sawit
Pertumbuhan Ekonomi Kalteng Triwulan III 2017 Diprediksi Alami Perlambatan
Anggaran Belanja Modal Minim, Pertumbuhan Ekonomi Murung Raya Melambat
Capai 6,12 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Kalteng Tetap di Atas Nasional
Plt Sekda Kotim: Kewajiban Perusahaan Menanggung Masyarakat di Sekitar Investasinya
SIPO Bisa Tumbuhkan Pengusaha Muda
Komentar (0)
Memuat komentar…

