BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Sinar Kamala meminta agar aparat desa/kelurahan mulai dari tingkat RT bisa melakukan pengawasan lingkungan secara ketat. Agar kasus pembuangan bayi tidak terulang lagi.
"Kami merasa prihatin atas kasus pembuangan bayi ini, karena ini bukan kali pertama, dan ini merupakan kasus pembunuhan," kata Sinar Kamala, Rabu (7/6/2017).
Menurut Politisi Partai Golkar tersebut, kejadian semacam ini jangan terus terulang setiap tahunnya, dari itu aparat RT, RW hingga aparat desa atau kelurahan sangat penting, untuk sama-sama melakukan pengawasan dalam rangka menekan angkat kejahatan seperti ini.
"Pengungkapan kasus seperti ini memang sulit, apalagi tidak ada saksi yang melihatnya, dari itu kami mendukung jika peran aparat desa maupun kelurahan ditingkatkan," ucapnya.
Selain itu Sinar Kamala juga meminta jika ada masyarakat yang mengetahui setiap pelaku kejaatan seperti ini agar melaporkannya dan pelakunya ditahan sehingga bisa memberikan efek jera.
Beberapa waktu lalu, warga menemukan bayi yang dibuang ke bak sampah di perempatan Jalan Hasan Mansur - Walter Condrat, Kecamatan Baamang saat ditemukan bayi itu dalam kondisi meninggal dunia. Kasus pembuangan bayi sendiri terjadi sudah beberapa kali, sejak 2014 lalu hingga saat ini. (NACO/B-5)
Jangan Ada Pembuangan Bayi Lagi, Pengawasan Lingkungan Harus Ketat
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemkab Harus Deteksi Penyebab Bunuh Diri dan Pembuangan Bayi
Pengungkapan Kasus Pembuangan Bayi Diharapkan Timbulkan Efek Jera
Bayi Baru Lahir Ditemukan dalam Keranjang di Perkebunan Sawit
Badan Bayi yang Dibuang di Kebun Sawit Terdapat Banyak Luka Gigitan Semut
Bayi Malang yang Dibuang di Kebun Sawit Masih Dirawat di RS Murjani
Pembuang Bayi di Perkebunan Kelapa Sawit Ditangkap
Komentar (0)
Memuat komentar…

