BORNEONEWS, Sampit - Riadi Junniardi, mantan bendahara pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terancam hukuman selama 18 bulan penjara atas kasus dugaan korupsi.
"Tuntutan dibacakan tadi malam (19/6/2017), selain dituntut satu tahun dan enam bulan (18 bulan) terdakwa juga dijatuhi denda sebesar Rp50 juta," kata JPU Kejari Kotim, Datman Kataren yang menangani kasus itu, Selasa (20/6/2017) pagi.
Di mana menurut Datman dalam ketentuan jika denda itu tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan penjara. Atas tuntutan tersebut, ia diberi kesempatan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palangka Raya untuk ajukan pledoi (pembelaan).
Tuntutan yang diajukan terhadap Riadi itu dilakukan atas beberapa pertimbangan, yang memberatkannya perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam upaya memberantas tindak pidana korupsi.
Sementara yang meringankan ia bersikap sopan selama persidangan, serta sudah mengembalikan kerugian negara yang diakibatkan atas perbuatan yang ia lakukan dalam laporan pertanggungjawaban pengadaan bahan bakar minyak (BBM) dan jasa service yang menggunakan dana APBD Kotim melalui DPA pada Dishub Kotim 2017..
Pengembalian kerugian negara tersebut, dilakukan pada Jumat (16/6/2017) sebesar Rp90 juta dan Senin (19/6/2017) sebesar Rp17 juta, sebelum penuntutan dilakukan. Sementara itu dalam kasus ini Riadi dibidik jaksa dengan Pasal 9 UU Tipikor. (NACO/B-5)
Terdakwa Korupsi Dishub Terancam 18 Bulan Penjara
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Terdakwa Korupsi Dishub Kembalikan Rp90 Juta
Terdakwa Korupsi Dishub Kotim Berencana Kembalikan Kerugian Negara
JPU Susun Tuntutan untuk Terdakwa Korupsi Dishub Kotim
Kicauan Terdakwa Korupsi Dishub Tak Didukung Alat Bukti
Jaksa di Kapuas Tuntut Terdakwa Korupsi KBM dengan 5 Tahun Penjara, Denda Rp200 Juta, dan Uang Pengganti Rp180 Juta
Terdakwa Tipikor Dishub Kembalikan Lagi Kerugian Negara
Komentar (0)
Memuat komentar…

