BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menyebut ada tiga negara yang pengusahanya membawa keluar bahan tambang jenis Zirkon dari sejumlah wilayah. Pengusaha asal tiga negara yang dimaksud gubernur adalah Singapura, Australia, dan Cina/Tiongkok.
“Kita sudah inventarisasi gudang-gudang Zirkon. Itu milik pengusaha asal Australia, Singapura, dan cina atau Tiongkok. Kita akan tangkap mereka agar mau bayar pajaknya dulu, kita ajari mereka agar legal dulu baru berbisnis,” ungkap Sugianto.
Mereka membawa Zirkon terbanyak dari dua kabupaten di Kalteng yaitu Pulang Pisau dan Katingan. Pascamomentum lebaran 2017 usai, ia berancang-ancang menggeber razia besar-besaran kepada cukong bahan tambang bersama aparat Kepolisian dan TNI. Gubernur bakal tancap gas karena sudah berlangsung lama aksi penimbunan zirkon yang disimpan di sejumlah gudang.
Gubernur juga telah mengantongi beberapa pengusaha tambang lainnya maupun perkebunan di Kalteng yang masih saja melakukan bisnis ilegalnya di Bumi Tambun Bungai ini. Ia mengingatkan, betapa sulitnya membangun Kalteng tanpa ada penerimaan daerah yang hebat.
“Padahal pajak untuk membangun daerah ini artinya mereka mau keruk dan bawa lari hasil tambangnya saja. Kita banyak cheklist perusahaan yang ilegal yang belum mensejahterakan masyarakat sekitar, membangun plasma untuk masyarakat pun belum, yang begini ini yang kita tertibkan,” tandas dia. (ROZIQIN/B-2)
Pengusaha Asal Tiga Negara Ini yang Bawa Keluar Zirkon Kalteng
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemkab Murung Raya Adakan Pertemuan Dengan Perusahaan Tambang
Gubernur Minta Perusahaan Dan Pengusaha Gunakan NPWP Kalteng
Tak Ingin 'Dikibuli' Pengusaha, Sugianto Sabran akan Petakan Potensi SDA Kalteng dari Udara
Gubernur: Proses Pemilik 460 Ton Zirkon!
Duta Bahasa Kalteng Berkesempatan Kunjungi Istana Negara
Hingga Pukul 18.15 WIB, Yansen Binti Belum Keluar Dari Ruang Ditreskrimum Polda Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…

