BORNEONEWS, Palangka Raya - Harianto (38) salah seorang pembudidaya ikan lele di Kota Palangka Raya lebih memilih membeli pakan ikan jadi ketimbang harus bersusah-susah membuat secara mandiri. "Buatnya sih tidak begitu susah tapi bahan bakunya yang susah dicari. Jadi yang praktis saja, beli jadi," tutur Hari kepada Borneonews, Kamis (29/6/2017).
Kepala Bidang Budidaya pada Dinas Perikanan Kota Palangka Raya Lensi Asi juga mengamini sulitnya mendapatkan bahan baku . Menurutnya ketersediaan dedak padi, ikan rucah maupun tepung rebon sebagai bahan utama pembuatan pakan ikan masih sangat minim di Kota Palangka Raya.
"Harus mendatangkan dari luar daerah, wilayah-wilayah tepian pantai seperti Sampit, Kotawaringin Timur untuk ikan rucah dan tepung rebon. Sementara dedak padi harus dari wilayah yang banyak produksi padinya seperti Kapuas dan Pulang Pisau. Kita masih minim produksi padi lokal," tutur Lensi.
Biaya untuk mendatangkan ini masuk dalam modal pembuatan. Karenanya, selain modalnya yang hampir sama dengan membeli pakan jadi, penggunaan pakan jadi juga dinilai lebih praktis.
"Kalau dihitung-hitung ongkos mendatangkan dedak padi, ikan rucah, tepung rebon dan bahan-bahan pembuatan pakan lainnya ini hampir seimbang dengan membuat pakan secara mandiri. Makanya kita mau meminta pembudidaya tidak tergantung dengan pakan jadi ya susah juga karena bahan baku untuk membuat sendiri tidak tersedia," tutup Lensi. (TESTI PRISCILLA/B-2)
Kesulitan Bahan Baku, Pembudidaya lebih Pilih Beli Pakan Ikan Jadi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Air Sungai Katingan Berubah Warna, Pemilik Keramba Ikan Mulai Khawatir
Produksi Ikan Asin di Kubu Nyaris Lumpuh
Dinas Perikanan Tumbuhkan Kecintaan Konsumsi Ikan sejak Usia Dini, Ini Caranya
WOW!!! Dinas Perikanan Usulkan Rp17 Miliar ke Kementerian KP, untuk Apa?
Masyarakat Barito Utara Bisa Ikut Cegah Ilegal Fishing
Sopir dan Petugas Parkir Liar di SPBU Km 18 Sudirman Nyaris Baku Hantam
Komentar (0)
Memuat komentar…

