BORNEONEWS, Palangka Raya - Rata-rata komoditas pangan utama di Kalteng pada Mei dan Juni 2017 relatif tidak mengalami kenaikan harga yang tinggi. Hal itu berdasarkan pantauan di situs Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS).
PIHPS merupakan pusat informasi yang dimiliki Bank Indonesia. Saat ini di Kalimantan Tengah terdapat dua kota yang telah menyediakan informasi harga komoditas di pasar yaitu Palangka Raya dan Sampit. "Di dalam web PIHPS, masyarakat secara luas dapat mengetahui harga di level pasar untuk beberapa komoditas utama," ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah Wuryanto saat menggelar Rilis Bulanan BI kepada awak media di kantor BI, Jumat (7/7/2017) sore.
Bahkan, lanjut Wuryanto, terdapat beberapa komoditas yang mengalami koreksi harga. Hal ini sejalan dengan survei inflasi BPS pada bulan Juni 2017 lalu yang mengindikasikan rendahnya sumbangan kelompok volatile food (bahan makanan).
"Berdasarkan data BPS, inflasi Kalteng pada bulan Juni 2017, didominasi oleh kelompok administered prices utamanya komoditas tarif listrik dan angkutan udara," kata Wuryanto.
Dari data komoditas pangan utama di Kalteng, tercatat hanya komoditas bawang merah yang mengalami peningkatan pada bulan Juni 2017 sebesar 25,50% di Palangka Raya dan 10,66% di Sampit. (TESTI PRISCILLA/B-2)
BI Sebut Bulan Mei dan Juni Komoditas Pangan tak Alami Kenaikan Berarti
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Level Konsumsi Masyarakat di Bulan Juni Meningkat
Ini Penyebab Indikator Perbankan Kalteng Alami Perlambatan
Ketua DPRD Katingan: Bupati Tak Hadir 7 Juni, Berarti Tidak Ada Damai
Masyarakat Memperkirakan Ada Peningkatan Kondisi Ekonomi
Dampak Idul Fitri, Konsumsi Barang Tahan Lama Menurun
Skor Nilai Adipura Kota Puruk Cahu Alami Kenaikan
Komentar (0)
Memuat komentar…

