BORNEONEWS, Sampit - Anang Janggai yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyerobotan lahan resmi melakukan perlawanan. Melalui kuasanya Richard William ia sudah mendaftarkan praperadilannya di Pengadilan Negeri Sampit.
"Setelah surat kuasa kami selesai didaftarkan pada Senin (24/7/2017), Rabu (26/7/2017) kemarin kami resmi mendaftarkan praperadilan Pak Anang, jadi tinggal menunggu penetapannya saja," kata Richard, Kamis (27/7/2017).
Richard mengatakan, dalam gugatan praperadilan itu mereka menyatakan keberatan atas penetapan Anang sebagai tersangka atas laporan perkebunan kelapa sawit PT Sinar Citra Cemerlang (SCC) yang berlokasi di Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotim tersebut.
Harusnya, menurut Richard, Polda tidak gegabah saat itu sampai menetapkan Anang sebagai tersangka, karena lahan yang kini disengketakan antara Anang dengan PT SCC yang berada di Blok E9 tersebut sama punya legalitas.
"Kita punya surat tanah, punya putusan Mahkamah Agung yang sudah berkekuatan hukum tetap, jadi jelas. Dari itu kami menilai cacat hukum penetapan tersangka itu," tegasnya.
Dari itulah mereka keberatan, apalagi dalam laporan PT SCC menyebut Anang melakukan penyerobotan pada blok C9-C10. Padahal selama ini yang diklaim Anang bukan di blok tersebut. Sehingga mereka menilai perusahaan mengada-ngada dalam membuat laporan.
"Kita lihat saja nanti, yang jelas kami akan lakukan perlawanan, karena keberatan atas penetapan klien kami sebagai tersangka," pungkas William. (NACO/m)
Anang Janggai Resmi Melawan, Daftarkan Praperadilan Terhadap Polda Kalteng
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Praperadilan Terhadap Polsek Kota Besi Ditolak
Bea Cukai Sebut Pemohon Akui Ketidakjelasan Gugatan Praperadilan
Hakim Tolak Kehadiran Tersangka Miras di Sidang Praperadilan
Hari Ini Putusan Praperadilan Bos Miras Vs Bea Cukai Sampit
Praperadilan Jalan, Perkara Pidana Dilimpahkan, Keluarga dan Tersangka Kecewa
Hakim Tolak Praperadilan PH Yansen Binti
Komentar (0)
Memuat komentar…

