BORNEONEWS, Palangka Raya – Yansen Binti menegaskan siap untuk menjalani sumpah adat. Hanya saja, sumpah adat untuk membuktikan bahwa dirinya tidak tersangkut dalam kasus pembakaran sejumlah sekolah dasar negeri (SDN) di Palangka Raya tertunda karena syarat mutlak yang belum terpenuhi. Yakni pihak media online yang memberitakan dirinya sebagai terduga dalang pembakaran belum hadir.
“Saya siap. Tapi syarat mutlak belum terpenuhi. Yang menuduh harus ada disini,” tegas Yansen, Jumat (25/8/2017).
Ia menuturkan, tekad dirinya untuk menjalani sumpah adat itu karena ia merasa bahwa tudingan tersebut tidaklah benar. Yansen menyebut bahwa dirinya telah difitnah. “Motivasi saya (bertekad menjalani sumpah), saya tidak bersalah,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya, Mambang Tubil mengatakan, sumpah adat itu merupakan sanksi tertinggi dari empat sanksi yang ada.
“Pertama itu teguran. Kedua, pengucilan. Ketika singer. Singer ini yang biasa digunakan. Dan yang terakhir adalah sumpah adat. Orang sebenarnya tidak mau menggunakan itu. Karena ini yang terakhir dan sangat besar,” ungkapnya.
Menurutnya, konsekuensi seseorang yang menjalani sumpah, jika salah maka hidupnya tidak bisa seperti yang diharapkan. Dia menilai, tekad Yansen Binti untuk berani bersumpah karena tidak bersalah. (TIM BORNEONEWS/B-8)
Sumpah Adat Sanksi Tertinggi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sumpah Adat Yansen Binti Ditunda, Ini Alasannya
Akibat Menghajar Warga, Ini Sanksi Adat yang Diterima Oknum Perwira AU Lanud Iskandar
Perwira AU Lanud Iskandar Menyatakan Pikir-Pikir dengan Sanksi Adat
Ini Dia Sanksi Adat untuk Perwira AU Lanud Iskandar Terbukti Pukul Warga Desa Pasir Panjang
Disperindag Belum Mampu Terapkan Harga Eceran Tertinggi Beras
Murung Raya belum Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Elpiji
Komentar (0)
Memuat komentar…

