BORNEONEWS, Sampit - Belakangan ini aksi gelandangan dan pengemis (gepeng) kembali terjadi bahkan cukup meresahkan. Pasalnya kegiatan itu menyasar sejumlah kawasan perkantoran. Seperti di DPRD, Pemda, SOPD hingga sekolah-sekolah yang ada di Kota Sampit.
Modusnya, pengemis tersebut mengaku kalau dirinya sakit dan butuh biaya berobat, karena keluarganya tidak lagi memperdulikannya. Namun anehnya, pria tersebut ke mana-mana diantar oleh seseorang, diduga kuat itu hanya modusnya saja. Bahkan, ia rutin ke kantor-kantor, seperti ke DPRD Kotim yang rutin didatangi setiap bulan.
"Memang sering orang tua itu, kadang-kadang dia ada di Pemda, kadang juga ada ke dinas-dinas," kata Syarif, seorang pegawai yang saat itu ada DPRD, Senin (25/9/2017).
Setelah mendapatkan uang dari hasil mengemis di Kantor DPRD, pria tua itu langsung meninggalkan kantor dewan. "Tadi keluar jalan saja, tapi tidak tahu apakah ada yang menjemputnya atau tidak," kata Sani petugas keamanan dewan.
Pria yang diketahui bernama Yani itu merupakan warga asal Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotim. Menurut warga, anak-anaknya tergolong warga yang mampu, bahkan perbuatannya itu disebut-sebut tidak diketahui keluarganya.
Mengingat sebelumnya, pria tersebut mengaku tinggal sebatang kara lantaran anak-anaknya tidak mau mengurusnya lagi karena sakit-sakitan. (NACO/B-2)
Wah, di Sampit Ada Pengemis Khusus Kawasan Perkantoran!
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Api Membara di Kawasan Pasar Keramat Sampit
Kawasan PT Inhutani Direncanakan Jadi Tempat Wisata Kota Sampit
Pembangunan di Kecamatan Teluk Sampit Dipusatkan di Kawasan Relokasi Perumahan Nelayan
Jelang Idul Adha Pengemis Mulai Marak di Pangkalan Bun
Pemkab Barito Utara Bebaskan 62,58 Hektare Lahan Untuk Komplek Perkantoran Baru
Kepala Disbudpar Kalteng Jadi Narasumber Khusus Televisi Pariwisata
Komentar (0)
Memuat komentar…

