BORNEONEWS, Sampit - Sekitar 90 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur dijabat oleh pejabat (Pj) dari kalangan PNS. Desa tersebut dipimpin oleh seorang Pj kades karena masa kepemimpinan kades telah habis.
Bahkan untuk wilayah kecamatan pelosok seperti Kecamatan Antang Kalang hampir seluruh PNS di Kecamatan merangkap jabatan menjadi Pj Kades. Termasuk, PNS dari kesehatan dan guru.
"Hanya camat dan sekcam saja seperti di Antang Kalang itu yang tidak jadi Pj," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Kotim, Selasa (26/9/2017).
Pj, menurut Redy, berasal dari kalangan PNS sehingga untuk memudahkan diambil dari kalangan PNS dari wilayah sana. "Ambil yang dekat di sana, karena tidak mungkin ambil di sini karena PNS kita di kota saja kekurangan," tegas Redy.
Lanjut Redy, akibat hal semacam itu banyak PNS di sana merangkap jabatan, dampaknya berpengaruh terhadap pembangunan di desa yang diklaim menurun, karena tidak semua Pj paham tentang pemerintahan desa.
"Pj punya keterbatasan, karena tidak ahlinya, apalagi kerjaan mereka merangkap selain menjalani tugas sebagai PNS mereka juga harus mengelola desa," tegas Redy.
Diperkirakan desa yang dijabat oleh Pj akan terus bertambah. "Yang jelas 81 desa, belum yang baru-baru ini habis, akan terus bertambah," pungkasnya. (NACO/B-2)
Di Wilayah Pelosok, PNS di Bidang Pendidikan, Kesehatan Hingga Kecamatan Jabat Pj Kades
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pagi Ini Pemkab Gelar Acara Ramah Tamah Perpisahan Sekda Gunung Mas
Arton: Sekda Gunung Mas Telah Melaksanakan Tugas dengan Baik
Gubernur Serius Tangani Hal Mendasar Bidang Pendidikan Kalteng
Saber Pungli Sosialisasikan Penggunaan Dana Desa, Serta Bidang Pendidikan
Hari Ini Bupati Sakariyas Tinjau Pembangunan Jalan di Wilayah Kecamatan Katingan Kuala
PKH Diharapkan Dapat Tingkatkan Layanan Pendidikan dan kesehatan Keluarga Miskin
Komentar (0)
Memuat komentar…

