BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Hero Harapanno Mandouw mengatakan fasilitas umum seperti rumah sakit semestinya bebas dari banjir.
"Pemkab mulai tahun anggaran 2018 mesti merancang cara, agar fasilitas publik yang vital seperti rumah sakit tidak kebanjiran," kata Hero, Rabu (8/11/2017)
Hero menilai selama ini belum ada solusi tepat untuk penanganan banjir di daerah ini. Meskipun normalisasi drainase dilakukan sepanjang tahun. Namun fakta yang terjadi, sejumlah wilayah selalu kebanjiran.
Seperti persoalan di rumah sakit yang merupakan masalah klasik. Pasalnya kejadian beberapa tahun selalu terulang setiap tahunnya, maka dari itu tidaklah asing bagi mereka ketika fasilitas umum untuk kesehatan itu terendam ketika hujan dengan intensitas tinggi.
"Solusi penangannya sejauh ini kami anggap masih belum jitu. Sepertinya memang saluran pembuangan air hujan di lokasi yang selalu jadi langganan banjir itu memang buntu. Apalagi saluran yang ada jauh dari saluran primer dan sekunder," tegasnya.
DPRD memang sudah beberapa kali mengarahkan agar masalah banjir di Kota Sampit ditangani dengan serius. Agar tidak selalu terulang setiap tahunnya. Selain itu, diharapkan melalui anggaran multiyears untuk rumah sakit yang digulirkan sejak 2018, bisa mengatasi masalah banjir.(NACO/B-11)
Hero Harapanno: Fasilitas Umum Harus Bebas dari Banjir
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemkab Kotim Harus Siapkan Langkah Tangani Banjir di Pedalaman
Bupati Kapuas Minta Videotron di Bundaran Jangan Ditembak
Desa Sikui Dilanda Banjir, Akses Jalan Terputus
Politisi PKB: Masyarakat Palangka Raya Diingatkan Waspada Banjir
DPRD: Mengatasi Banjir tak Cukup Hanya dengan Keruk Drainase
Banjir Genangi Sejumlah Ruas Jalan Protokol di Kota Sampit
Komentar (0)
Memuat komentar…

