BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Meluapnyaa aliran Sungai Kapuas telah membuat beberapa areal pertanian di Kapuas terendam banjir. Bahkan ada areal persawahan yang tenggelam. Namun apabila diperhatikan, jenis padi lokal justru lebih mampu bertahan dalam kondisi banjir dibandingkan padi unggul.
“Iya, untuk padi lokal di musim seperti ini bisa bertahan, oleh karena itu beberapa hektare pada program 500 hektare sudah kita tanami padi unggul dan saat ini masih bertahan,” sebut Kepala Distanak Kabupaten Kapuas, Anjono Bhakti Djoedir melalui Kepala Bidang Sarana Prasarana Pertanian, Putra Adala saat ditemui Borneonews di ruang kerjanya, Senin (11/12/2017)
Namun, kata dia, jenis itu ditanam saat musim banjir dipastikan tidak bisa. “Kecuali dia sudah ditanam dulu sebelum musim banjir, karena diketahui untuk padi local ini batangnya lebih kuat, sehingga jika diterpa arus tidak akan rusak,” terang dia.
Berbeda dengan padi unggul yang batangnya tidak begitu kuat, kata dia, apabila diterpa arus air dia akan rusak. “Namun yang sangat menjadi perhatian dimusim penghujan ini, yakni hama-hama pertanian, dia (Padi) lebih rentan terkena hama di musim hujan ini,” pungkasnya. (HAMDI/B-8)
Padi Lokal Lebih Tahan Banjir Dibanding Padi Unggul
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penanaman Padi Pada Musim Tanam Okmar Sudah Terealisasi 2.659 Hektare
Musim Paceklik tapi Padi di Kotawaringin Timur Dinilai Sukses Panen
Musim Gagal Panen pun Kotawaringin Timur Tetap Jual Padi ke Luar Daerah
Teknologi Jarwo Super Mampu Tingkatkan Produksi Padi Hingga 8,64 Ton per Hektare
Produksi Padi di Kota Besi Meningkat, Petani Raup Untung
Ketua DPRD Dukung Peningkatan Produksi Padi di Gunung Mas
Komentar (0)
Memuat komentar…

