DPRD Kalteng Kunjungan Kerja ke Jabar untuk Memperoleh Informasi Terkait ini
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh bersama jajaran Anggota Komisi III melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Barat (Jabar) baru-baru ini.
Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh bersama jajaran Anggota Komisi III melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Barat (Jabar) baru-baru ini.
Legislator Kalteng, Rizky Amalia Darwan Ali menyarankan kepada pemda baik provinsi, kabupaten dan kota di Kalteng supaya dapat merelokaai fasilitas pelayanan publik yang berada di wilayah rawan bencana.
Banyaknya anak-anak yang putus sekolah terutama di Kalteng, itu disebabkan berbagai faktor salah satunya perekonomian. Akibat kendala ekonomi para orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya kejenjang yang lebih tinggi.
Menurut data BPS Kalteng penduduk di provinsi ini pada 2022 mengalami peningkatan sebanyak 38.905 orang hingga total menjadi 2.741.075 orang. Dan diyakini setiap tahun penduduk Kalteng akan terus mengalami peningkatan.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Sri Neni Trianawati meminta pemda baik provinsi, kabupaten dan kota melalui instansi terkait agar dapat fokus memperhatikan peningkatan sarana maupun fasilitas pendidikan di Kalteng.
Anggota DPRD Kalteng, Muhajirin mengatakan program peningkatan keterampilan sumber daya manusia (SDM) khususnya di Kalteng perlu digencarkan.
Ia menyebut?perhatian terhadap sektor kesehatan sangat perlu dilakukan dengan sinergitas, sebab di sejumlah wilayah Kalteng sektor ini masih banyak yang membutuhkan perhatian baik berkaitan dengan sarana dan prasana maupun keberadaan tenaga kesehatan.
Kesejahteraan masyarakat sangat penting untuk diperhatikan melalui berbagai program pemda yang dicanangkan pada berbagai sektor baik fisik dan prasarana, perekonomian, UMKM, bantuan modal usaha, dan lain-lain.
Pendidikan karakter sangat penting diperkuat untuk mewujudkan generasi penerus bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, jujur, bermoral, memilki toleransi, dapat saling bekerja sama atau bergotong royong.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Henry mengatakan perhatian pemda terhadap pembangunan atau peningkatan infrastruktur jalan maupun jembatan jangan hanya berfokus pada wilayah tertentu saja, akan tetapi harus bisa menyeluruh.
Anggota DPRD Kalteng, Ferry Khaidir meminta Pemprov Kalteng melalui dinas terkait agar dapat segera menangani jembatan ambruk diruas jalan Sampit - Kuala Pembuang tepatnya di daerah Kalap.
Ketua DPRD Kalteng, Wiyatno mendorong agar pemda baik provinsi, kabupaten dan kota dapat senantiasa memberikan perhatian terhadap kesejahteraan guru yang ada di Kalteng terutama yang bertugas di wilayah terpencil.
Anggota DPRD Kalteng, Maruadi mengatakan pembangunan desa yang sulit dijangkau di wilayah Kalteng perlu menjadi perhatian serius pemda baik provinsi, kabupaten dan kota.
Dari hasil kunjungannya bersama dengan Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran beberapa waktu lalu ke lokasi food estate di 2 kabupaten itu, pihaknya melihat ada potensi untuk mengembangkan sektor pariwisata ditempat tersebut.
Ia menuturkan?dalam penanganan stunting tidak hanya dapat dilakukan oleh pemerintah pusat maupun daerah saja, namun juga pemerintah desa hingga sampai RT/RW, sehingga angka kasus stunting dapat ditekan secara maksimal.
Masyarakat harus memperhatikan hal terkait itu baik mengurus kartu tanda penduduk (KTP) maupun kartu keluarga (KK)
Dengan mendukung program pemerintah maka kasus stunting dapat ditekan dan dicegah, sebab stunting ini sangat berpengaruh terhadap kelanjutan hidup anak-anak kedepannya.
Ia menyebut selain untuk mewujudkan ketahanan pangan dibidang perikanan, penguatan sektor perikanan juga menjadi salah satu alternatif yang bagus terutama dalam upaya meningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalteng dan juga kesejahteraan masyarakat.
Ina mengatakan?peluang berwirausaha di Kalteng inj masih cukup tinggi, banyak sektor yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usaha, tidak hanya pemanfaatan sumber daya alam (SDA) seperti pertanian atau perikanan, tapi juga industri skala kecil di tingkat rumah tangga.
Ia mengatakan sejumlah desa pastinya sudah ada yang memiliki perpusdes, sehingga itu bisa dimanfaatkan dengan meluangkan waktu untuk membaca terutama bagi para pelajar yang masih membutuhkan sarana untuk belajar selain di sekolah.