BKSDA Catat 11 Serangan Buaya di Kotim Selama 2020, ini Rinciannya
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit mencatat selama 2020 ada 11 insiden serangan buaya terhadap manusia.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit mencatat selama 2020 ada 11 insiden serangan buaya terhadap manusia.
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Supian Hadi mengatakan, daerah ini akan menerima bantuan 200.000 vaksin covid-19 dari pemerintah pusat.
Periode Oktober 2020 hingga?Maret 2021 disebutkan?masa kawin dan bertelur buaya. Hal tersebut diduga faktor penyebab hewan tersebut mengganas yang bahkan menyerang manusia.
Sudah 5 hari terakhir ini, perempuan yang diduga hilang terseret ombak di Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belum juga ditemukan.
Halikinnor, calon bupati Kotim?memberikan bantuan terhadap lembaga pendidikan Islam Madradah Ibtidaiyah Raudlatul Mubtadin. Bantuan diserahkan saat moment pilkada telah usai.
Personel Polsek Jaya Karya menemukan sejumlah angkutan bak terbuka seperti pikap yang membawa penumpang di bagian baknya. Sopir pun?diminta harus putar balik dan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Pantai Ujung Pandaran.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menutup seluruh objek wisata di daerah ini, termasuk Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, sejak 30 Desember 2020 lalu hingga 2 Januari 2021.
Kasus asusila baik pemerkosaan, pelecehan seksual, hingga sodomi sangat mengkhawatirkan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bahkan sebagian korbannya merupakan anak bawah umur.?
Seorang pengendara motor berjenis kelamin laki-laki, ditemukan tewas di tepi Jalan Jendral Sudirman Km 8, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Diduga menjadi korban tabrak lari.
Keluarga korban serangan buaya yakni seorang nenek bernama Bahriah (74), warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim)?minta perhatian dan bantuan pengobatan dari pemerintah.?
Saat inj?Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sedang musim hujan. Sehingga?musibah banjir sangat rawan terjadi. Terutama di 8 kecamatan di daerah ini.?
Seorang nenek bernama Bahriah (74), warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) jadi korban serangan buaya hingga tangannya putus.
Malam tahun baru 2021 di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kali ini jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan adanya larangan pemerintah untuk tidak menggelar kegiatan yang mengumpulkan orang banyak.
Patroli skala besar yang dilakukan tim gabungan dari Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim), TNI, Polri, dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 tidak menemukan kerumunan masyarakat saat malam tahun baru di Sampit, Kamis malam, 31 Desember 2020.
Surat edaran pemerintah yang mengharuskan aktivitas masyarakat hingga pertokoan berhenti pada pukul Kamis, 31 Desember 2020 pukul 23.00 WIB masih tak dipatuhi sebagian warga.
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim*?melarang masyarakat di daerah ini agar tidak menggelar kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Karena sangat rawan terjadinya penyebaran virus Corona.?
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama tim gabungan dari TNI, Polri, PMI dan pihak lainnya melakukan patroli sekala besar berkeliling Sampit.
Potensi bencana yang rawan terjadi pada musim hujan seperti saat ini diantaranya adalah banjir, tanah longsor, dan angin kencang
Berbagai cara dan langkah sudah mereka ambil sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Mulai dari sosialisasi, hingga penegakan sanksi ringan sudah diambil dan diterapkan kepada masyarakat
BORNEONEWS, Sampit - Saat ini dunia kembali dihebohkan dengan adanya varian baru virus Corona di Inggris. Menyikapi hal itu Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Supian Hadi meminta agar masyarakat…