Masyarakat Sukamara Diingatkan Jangan Resah
Masyarakat Kabupaten Sukamara diingatkan jangan resah terhadap situasi saat ini, apalagi sampai mengabaikan keamanan dan ketertiban.
Masyarakat Kabupaten Sukamara diingatkan jangan resah terhadap situasi saat ini, apalagi sampai mengabaikan keamanan dan ketertiban.
Kapolres Sukamara, AKBP I Gede Putu Dedy Ujiana mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dengan menjaga keamanan lingkungan.
Akibat corona virus membuat perekonomian masyarakat semakin sulit, sehingga pedagang di Kabupaten Sukamara diharapkan untuk lebih kreatif.
Bupati Sukamara?Windu Subagio mengajak semua masyarakat untuk menerapkan physical distancing untuk menghindari penyebaran corona virus atau covid-19.
Dengan adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, maka upaya pencegahan penyebaran virus corona dapat dilakukan
Bupati Sukamara, Windu Subagio meminta agar masyarakat tidak kucing-kucingan saat ingin memasuki daerah ini, terutama bagi warga yang datang?dari wilayah terpapar covid-19.
Upaya pencegahan harus dengan memaksimalkan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa memahami dampak dari virus tersebut dan sistem penularannya
Rapid test adalah upaya mendeteksi secara dini penyebaran virus corona
DPRD juga menilai?apa yang telah dilakukan pemerintah daerah saat ini sudah cukup baik dalam penangguangan pencegahan virus corona
Kalangan DPRD Sukamara mengharapkan daerah ini terut?berada dalam zona hijau.?Terkait itu, penjagaan di jalur pintu masuk wilayah agar diperketat.
Pemerintah Kabupaten Sukamara rencanakan akan memesan 400 buah rapid test, alat uji tersebut dipersiapkan untuk deteksi dini penyebaran virus corona di Bumi Gawi Barinjam.
Kalangan DPRD Kabupaten Sukamara menyerahkan bantuan makanan kepada untuk masyarakat yang menjalani isolasi terintegrasi di BPG.
Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Sukamara berusaha untuk membeli alat rapid test virus corona, mengingat yang diterima saat ini hanya 100 alat uji saja.
Pemerintah Kabupaten Sukamara menerima bantuan 100 rapid test yang akan dipergunakan bagi ODP dan orang-orang dicurigai terpapar Covid-19.
"Hasil yang keluar nanti gak menjamin 100 persen, mau positif atau negatif itu belum bisa dipastikan," kata Windu Subagio saat diwawancara, Senin, 6 April 2020.
Bupati Sukamara, Windu Subagio bersama unsur forkopimda melakukan rapid test corona virus disease atau Covid-19, Senin, 6 April 2020.
Polres Sukamara perketat pemantauan aktifitas kendaraan yang keluar masuk wilayah Bumi Gawi Barinjam, mengingat kabupaten tetangga yang saat ini sudah masuk dalam zona merah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sukamara, Sutrinso mengharapkan agar setiap perusahaan dapat menyumbang Rp 100 juta untuk penanganan Covid-19 di Bumi Gawi Barinjam.
Kabupaten Sukamara kembali dalam zona hijau setelah 1 pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Sultan Imanuddin dinyatakan negatif Covid-19.
Pemerintah Kabupaten Sukamara terus persiapkan stok sembako yang nantinya siap didistribusikan apabila terjadinya lockdwon akibat wabah virus corona atau Covid-19.