Kasat Lantas Polres Sukamara Diminta Cepat Menyesuaikan Diri
Kapolres Sukamara, AKBP Sulistoyono meminta, Kasat Lantas yang baru, Iptu M Romadhon untuk segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugasnya.
Kapolres Sukamara, AKBP Sulistoyono meminta, Kasat Lantas yang baru, Iptu M Romadhon untuk segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugasnya.
Kapolres Sukamara, AKBP Sulistiyono mengatakan, pergeseran pejabat di polres merupakan salah satu bagian untuk pembinaan karir.
IPTU M Romdhon sebelumnya bertugas di Polres Seruyan sebagai PS Kapolsek Seruyan Tengah. Sementara AKP Wahyono bergeser dan bertugas sebagai Kasat Lantas Polres Katingan
Dalam mengisi kegiatan HUT IBI, pihaknya berinisiatif menggelar pelatihan penanganan gawat darurat, obstetry dan neonatal
Dalam menjalankan tugas melayanai masyarakat, bidan di Kabupaten Sukamara diminta untuk tidak membawa urusan pribadi ke dalam pekerjaan, serta selalu seyum saat melayani pasiennya.
Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi meminta Gerakan Sayang Ibu agar upaya penanganan stunting atau kekerdilan di Bumi Gawi Barinjam bisa dilakukan dengan kerja nyata.
Wakil Bupati Sukamara, H Ahmadi mengatakan, bahwa anggota Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Sukamara harus memberikan pelayanan kebidanan pada semua tatanan kesehatan.
Wakil Bupati Sukamara H Ahmadi mengapresiasi pelatihan yang dilaksanakan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sukamara dalam rangka menyambut hari jadi ke 68 tahun.
Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sukamara menggelar peringatan hari jadi ke 68 tahun pada Senin, 9 September 2019 di aula Bappeda setempat.
Pemkab Sukamara melalui Dinas Lingkungan Hidup memberikan dukungan bantuan berupa peralatan pemadam kebakaran untuk Tim Serbu Api (TSA) di desa, khususnya desa yang rawan kebakaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sukamara, Sutrisno menyuarakan cara yang tepat mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Yakni pentingnya aksi langsung.
Kalau di Kecamatan Jelai ini lahan yang terbakar itu gambut, sehingga proses kebakarannya lagak lama jika dibanding dengan Pantai Lunci
Karena kondisi tanah tidak gambut, tapi pasir, sedangkan tanaman yang terbakar adalah gulmb atau tanaman yang gampang terbakar habis, jadi saat ada angin api itu cepat membakar, sehingga membahayan petugas pemadam
Dalam patroli ini pihaknya juga memantau daerah rawan terjadinya kebakaran dengan harapan upaya pencegahan yang dilakukan bisa mengurangi kebakaran yang terjadi
Aksesoris yang dipakai peserta pawai terlihat lebih berwarna dan banyak, serta yang ditampilkan juga bermacam-macam, baik miniatur masjid, pantung onta, tumpeng dan masih banyak lainnya
Peserta pawai ini berasal dari seluruh sekolah dan masyarakat umum
Dalam momen ini Ahmadi mengingatkan kepada peserta yang ikut berpartisipasi bisa menjaga kerapian dan ketertiban selama pawai berlangsung
Festival Rebana, Hadrah, dan Kontes Dandut Sukamara (KDS) yang digelar Pemerintah Kabupaten Sukamara sejak 2 September 2019, resmi ditutup oleh Wakil Bupati Ahmadi, Jumat, 6 September 2019.
Sebanyak 72 hotspot atau titik api terpantau di Kabupaten Sukamara pada hari ini, Jumat, 6 September 2019. Hal tersebut disampaikan dalam rapat yang digelar hari dalam peningkatan status darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipimpin oleh Sekda Sutrisno.
Sekda Sukamara Sutriano meminta agar anggaran penanggulangan Karhutla atau kebakaran hutan dan lahao dioptimalkan penggunaannya.