Retret Katekis Dekenat Palangka Raya: Menata Iman dan Menguatkan Pelayanan
Kegiatan ditutup dengan Perayaan Ekaristi Perutusan, sebagai simbol pengutusan para katekis untuk meneruskan terang Kristus ke tengah umat
Kegiatan ditutup dengan Perayaan Ekaristi Perutusan, sebagai simbol pengutusan para katekis untuk meneruskan terang Kristus ke tengah umat
Chief Sustainability Officer PT SSMS Tbk, Henky Satrio W., menyampaikan bahwa keterlibatan dan kolaborasi multipihak menjadi bagian vital dari proses keberlanjutan.
BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya membangun industri sawit yang ramah lingkungan terus diperkuat oleh PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS melalui kemitraan regional dan kegiatan edukatif. Salah…
BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS kembali menuai apresiasi dari kalangan internasional atas komitmennya terhadap praktik keberlanjutan industri sawit. Delegasi…
BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS terus memperkuat komitmennya terhadap praktik keberlanjutan di industri kelapa sawit. Dalam sebuah forum dialog yang terbuka dan…
Dept Head Sustainability Corporate PT SSMS Tbk, Andri Najiburrahman, menyampaikan bahwa keberlanjutan bukan hanya retorika di SSMS.
BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam semangat memperdalam iman dan kebersamaan, Putra-Putri Altar Paroki St Joan Don Bosco Sampit melaksanakan kegiatan ziarah rohani ke Palangka Raya pada Sabtu, 2…
Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya Karhutla menjadi indikator nyata keberhasilan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS dalam pendekatan pencegahan berbasis komunitas.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS kembali menunjukkan efektivitas pendekatannya dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla melalui kemitraan aktif dengan masyarakat desa sekitar.
Salah satu anggota Tim Masyarakat Peduli Api atau MPA Desa Umpang, Muhamad, menyampaikan bahwa kerja sama antara masyarakat dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS telah membawa perubahan signifikan dalam pola pikir dan respons warga terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla bukan sekadar terletak pada teknologi, tetapi pada kesiapsiagaan tim lapangan dan kemitraan erat dengan masyarakat.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS kembali menunjukkan komitmennya dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kalimantan Tengah melalui penguatan program Masyarakat Peduli Api atau MPA terpadu.
Menyikapi peringatan dini musim kemarau dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG serta arahan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia dalam Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla Nasional 2025, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS menegaskan peran strategisnya sebagai pelaku industri sawit yang responsif terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kalimantan Tengah.
Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang inflasi sebesar 0,27 persen secara month-to-month atau m-to-m pada Juli 2025.
Provinsi Kalimantan Tengah mencatat inflasi Year-on-Year atau y-on-y sebesar 3,11 persen untuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada Juli 2025. Kenaikan ini tercermin dari meningkatnya indeks harga konsumen atau IHK dari 108,81 pada Juli 2024 menjadi 112,19 pada Juli 2025.
Tahap krusial dalam pengembangan paper bag berbasis tandan kosong kelapa sawit atau TKKS adalah penambahan resin sintetik biodegradable sebagai agen penguat basah.
Meski terjadi peningkatan secara agregat, ketimpangan di wilayah perkotaan dan perdesaan justru menunjukkan tren penurunan.
Lonjakan harga bahan makanan segar sangat berpengaruh terhadap pergerakan indeks harga konsumen di wilayah tersebut.
Jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 mencapai 147,80 ribu orang, atau menurun sekitar 1,44 ribu orang dari angka sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan perbaikan dalam akses dan distribusi kebutuhan dasar masyarakat.
Di SRS, mereka melihat langsung program pemulihan habitat dan konservasi satwa endemik, termasuk orangutan, yang dikelola secara terpadu bersama lembaga konservasi