1.542 Kepala Keluarga Terdampak Banjir
1.542 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terdampak banjir. Penyebabnya adalah masih tingginya curah hujan hingga menyebabkan meluapnya Sungai Arut.
Tag
1.542 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terdampak banjir. Penyebabnya adalah masih tingginya curah hujan hingga menyebabkan meluapnya Sungai Arut.
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk?(SSMS) menyalurkan bantuan sembako kepada para korban banjir di Desa Kondang,?Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat.?
Initensitas hujan di wilayah hulu Sungai Menthobi kabupaten Lamandau dalam beberapa hari terakhir masih cukup tinggi, akibatnya air Sungai Menthobi meluap dan membanjiri wilayah bantaran sungai serta dataran rendah yang dilintasi, seperti halnya perkampungan Desa Lubuk Hiju, Kecamatan Menthobi Raya.
Dalam bakti sosial tidak hanya penyerahan bantuan saja, namun juga memberikan arahan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap banjir susulan akibat meluapnya air sungai
Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat?(PUPR) telah melakukan koordinasi penanganan banjir di Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama?dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Unsur pimpinan DPRD Kobas?meninjau?ruas jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama yang tergenang banjir, untuk mengatasinya diharapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk dibangun box culvert.
Petugas yang turun kelapangan langsung melakukan penanganan, dengan melakukan penyedotan air menggunakan 2 unit mesin portable Damkar
Ada 776 KK yang terdampak banjir. Dengan rincian Kelurahan Kotawaringin Hilir 155 KK, Kotawaringin Hulu 98 KK, Desa Kondang 131 KK, Desa Lalang 5 KK dan Desa Rungun 387 KK
Kalangan DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meminta?dinas terkait agar menyalurkan bantuan berupa paket yang cukup dan layak untuk?korban musibah banjir.
Kodim 1014 Pangkalan Bun menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak banjir pada 2 kecamatan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Yakni?Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) dan Arut Utara (Aruta).
Banjir akibat luapan air sungai Lamandau yang merendam puluhan rumah warga di Nanga Bulik hingga Kamis 2 Juli 2020 sudah mulai berangsur surut. Namun demikian, puluhan warga korban banjir masih tetap bertahan di tempat penampungan.?
Akibat hujan deras beberapa hari terakhir yang melanda daerah Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), membuat jalan penghubung antara Pangkalan Bun - Kolam terendam banjir, Rabu, 1 Juli 2020.
Sejumlah murid mengamankan peralatan belajar dari banjir yang SDN 4 Kotawaringin Hilir. Sekolah ini berada di?Jalan Belitung Laut, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar)
Bupati Koatawaringin Barat (Kobar), Hj Nurhidayah meninjau lokasi banjir sekaligus menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Kecamatan Arut Utara (Aruta), Selasa, 30 Juni 2020.
Bantuan sosial dari masyarakat dan juga korporasi di Kobar terus berdatangan?untuk membantu meringankan beban korban banjir di Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Intensitas curah hujan yang tinggi dalam sepekan terakhir menyebabkan sebagian besar wilayah di dua desa yang masuk pada ring satu perusahaan PT Nirmala Agro Lestari (NAL) terkena banjir. Kedua desa tersebut yakni Desa Beruta dan Desa Perigi Raya, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau.
Puluhan warga kota Nanga Bulik terpaksa mengungsi ke Gedung Sembaga Mas atau Gedung Serbaguna karena rumah mereka terendam banjir akibat luapan air sungai Lamandau.?
Satu unit dumptruck bermuatan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terguling akibat menerobos jalanan yang tegenang air banjir di Desa Perigi Raya, kecamatan Bulik, Sabtu 27 Juni 2020.
Intensitas hujan yang terus mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Lamandau dalam sepekan terakhir menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Seperti yang terjadi di Kecamatan Lamandau.
Sebanyak 524 rumah beberapa desa di Kecamatan Arut Utara (Aruta) yang terendam banjir. Hal itu berdasarkan data terbaru per Jumat, 26 Juni 2020.