Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan Saat Cuaca Panas
Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur H Dani Rakhman khawatir dengan kondisi cuaca yang belakangan ini mulai mengeringkan semak belukar.
Tag
Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur H Dani Rakhman khawatir dengan kondisi cuaca yang belakangan ini mulai mengeringkan semak belukar.
Luasan lahan yang terbakar sekitar 60x40 meter persegi. Dari hasil penyelidikan sementara ini diduga karena dibakar dengan sengaja.
Kebakaran lahan terjadi di sebuah lahan kosong di Jalan Jendral Sudirman Km 2, Sampit, Rabu (20/3/2019). Lahan tersebut berada di samping gudang salah satu produk ternama di Indonesia.
Dari enam kecamatan yang sering terjadi Karhutla yakni Arut Selatan dan Kumai.
Untuk posko akan didirikan di Kecamatan Selat, Kapuas Murung, Mantangai, Kapuas Timur
Adegan simulasi itu berawal dari adanya sejumlah oknum warga yang melakukan pembakaran lahan di wilayah Kabupaten Kapuas, hingga menjalar dan terjadi kebakaran hebat.
Banyak kejadian-kejadian kebencanaan yang dapat diatasi dengan baik. Hal ini berkat kerjasama dan dukungan dari semua pihak, seluruh lapisan masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya.
Dalam tiga tahun terakhir Kabupaten Kapuas mampu mengurangi karhutla hampir 70% jika dibandingkan dengan kejadian 2015 yang lalu.
Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Parimus mengingatkan agar pemerintah daerah mewaspadai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tahun 2019 ini sejak dari sekarang.
Kalau musim kemarau, biasanya sungai ini kering. Tapi sekarang tidak lagi
Proses pembuatan sumur bor juga berpengaruh pada usia sumur bor untuk bisa digunakan
Tidak ada api, tidak ada pula asap dalam proses pengolahan lahan gambut itu. Kini, lahan tersebut telah hijau dengan tanaman pohon sengon, karet dan sebagian buah-buahan.
Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) H Abdul Kadir menyebutkan, kasus kebakaran hutan dan lahan selama ini bukan dilakukan oleh para petani, namun oknum tertentu.
Pembentukan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) oleh Perusahaan Besar Swasta (PBS) akan memberi banyak dampak positif bagi masyarakat. Antara lain, pada peningkatan potensi ekonomi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Lamandau mengapresiasi PT Trieka Agro Nusantara yang ikut andil mencegah kebakaran hutan dan lahan dengan membentuk Kelompok Tani Peduli Api.
Kepala BPBD Kabupaten Pulang Pisau Salahudin, berharap pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan pendekatan berbasis klaster bisa berjalan efektif.
Kebakaran hutan, lahan dan pekarangan yang menyebabkan bencana asap di Kabupaten Pulang Pisau tahun 2015 lalu, membangunkan kita untuk menjaga agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi.
Membakar lahan hanya akan menimbulkan kerugian bagi semua pihak, mengingat dampak dari kebakaran tersebut akan dirasakan bersama
"Maka untuk, itu dilakukan rekayasa pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Satunya pembuatan sekat kanal dan embung," kata Kaffeno, Rabu (30/1/2019).
Khusus untuk sekat kanal di antaranya, berada pada Kelurahan Kameloh Baru sebanyak lima sekat, di Kelurahan Kalampangan tujuh sekat, di Kelurahan Kereng Bangkirai tiga sekat, Kelurahan Palangka terdapat satu sekat.