BORNEONEWS, Istanbul – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah mencegat dan menghancurkan sebuah drone MQ-1 di wilayah udara sebelah timur Selat Hormuz.
Kantor berita semi-resmi Iran, ISNA, melaporkan hal tersebut pada Kamis 29 Oktober 2026 dengan mengutip pernyataan IRGC.
IRGC menyatakan bahwa drone tersebut merupakan MQ-1 ke-14 yang berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Iran.
Menurut laporan ISNA, insiden itu terjadi di wilayah udara sebelah timur Selat Hormuz, tepat di seberang kawasan pesisir Sirik.
MQ-1 merupakan pesawat nirawak buatan Amerika Serikat (AS). Namun dalam pernyataannya, IRGC tidak menyebutkan pihak yang mengoperasikan drone tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya indikasi kemungkinan serangan baru AS dan Israel terhadap Iran.
The Wall Street Journal melaporkan pada Selasa bahwa Washington telah meminta sejumlah negara Arab di kawasan Teluk untuk bersiap menghadapi “kampanye militer singkat dan intensif” terhadap Teheran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.
Menurut laporan tersebut, Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan akhir, tetapi disebut cenderung memilih serangan berskala besar setelah pemilihan berlangsung.
AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah di kawasan tersebut serta secara efektif menutup Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama pasokan energi global.
Nota kesepahaman yang ditandatangani pada Juni dengan tujuan membuka jalan menuju kesepakatan damai final kemudian tidak berlanjut akibat sejumlah perbedaan pendapat, termasuk terkait pelayaran di Selat Hormuz.
Sumber: Anadolu/ANTARA







