BORNEONEWS, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa SMA Taruna Nusantara didirikan untuk membina generasi muda berprestasi agar menjadi calon pemimpin bangsa yang unggul dan mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat 30 Oktober 2026.

Dalam acara yang rekaman videonya disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden tersebut, Prabowo menyebutkan bahwa sejumlah lulusan SMA Taruna Nusantara kini telah menduduki jabatan penting di pemerintahan.

"Sudah ada menteri koordinator, sudah ada berapa? Ada dua menko, sudah ada jenderal, sudah ada Mensesneg, sudah ada Seskab, Kepala BMKG, Kepala BNPB juga lulusan TN, Kepala Badan Gizi Nasional TN. Mungkin di kabinet banyak sekali TN yang mulai muncul," kata Prabowo.

Sejumlah pejabat yang disebutkan antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Selain itu, terdapat Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi, dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.

Prabowo menjelaskan bahwa SMA Taruna Nusantara sejak awal dirancang untuk menjaring anak-anak berprestasi dari berbagai daerah, latar belakang suku, ras, dan agama, kemudian membina mereka menjadi calon pemimpin bangsa.

"SMA Taruna Nusantara lahir sebagai gagasan untuk mencari tunas-tunas pemimpin-pemimpin yang baik. Gagasan awal adalah kita cari anak-anak yang terpintar dari seluruh Indonesia, dari semua golongan, dari semua suku, semua ras, dan semua agama," ujarnya.

Menurut Prabowo, pemimpin unggul tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik. Mereka juga harus mempunyai kualitas fisik, jiwa, dan hati yang baik.

Ia mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa disertai moral dan hati nurani dapat membawa dampak buruk bagi masyarakat.

"Orang pintar tapi hatinya jahat sangat berbahaya. Yang terjadi adalah penderitaan, ketidakadilan, bencana," katanya.

Prabowo juga berpesan kepada para siswa agar menjadikan nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, patriotisme, dan persatuan sebagai landasan dalam menempuh pendidikan serta mengabdi kepada negara.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama pembangunan bangsa. Untuk itu, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi di berbagai bidang.

Dalam konteks tersebut, SMA Taruna Nusantara menjadi salah satu lembaga pendidikan yang dipersiapkan untuk mencetak generasi penerus bangsa guna mendukung pembangunan Indonesia.

Saat ini, SMA Taruna Nusantara telah memiliki kampus di Magelang, Malang, Cimahi, Pagar Alam, Minahasa, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menutup pesannya, Presiden mengingatkan para siswa, guru, dan pamong SMA Taruna Nusantara agar terus menanamkan nilai-nilai patriotisme, integritas, kejujuran, serta kecintaan terhadap Tanah Air.

"Tanamkan terus nilai patriotisme integritas daripada ratusan orang pintar, berilah kepada negara pemuda-pemudi yang jujur, yang bersih hatinya, yang penuh cinta tanah air, baru kita berhasil sebagai bangsa dan negara," ujar Prabowo.

SUMBER: ANTARA