PALANGKA RAYA – BORNEONEWS, JAKARTA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyebutkan bahwa realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangan Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu (1/11/2026), Anindya mengatakan capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pengusaha nasional terhadap prospek perekonomian Indonesia. Hal ini sekaligus menunjukkan peran penting pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam menggerakkan roda perekonomian.
"Kalau dilihat, PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah, ini kami lihat bisa membuat, sekali lagi, daya tahan kita justru semakin kuat," ujar Anindya dalam Taklimat Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.
Menurut Anindya, investasi domestik menjadi modal penting untuk memperluas keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan nasional. Terlebih, kontribusi sektor swasta terhadap perekonomian Indonesia masih memiliki ruang yang cukup besar untuk terus ditingkatkan.
Ia menjelaskan, dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai sekitar Rp25.000 triliun, kontribusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hanya sekitar Rp4.000 triliun. Sementara itu, sekitar 85 persen aktivitas ekonomi lainnya merupakan ruang bagi dunia usaha untuk berkontribusi.
Lebih lanjut, Anindya menegaskan komitmen Kadin untuk mendorong investasi pada industri masa depan, sekaligus memperkuat sektor industri yang telah berkembang saat ini.
Sejumlah sektor yang menjadi perhatian dunia usaha antara lain kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center). Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal.
"Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak. Bapak dan tentunya Pak Presiden, tema Rapimnas kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia," katanya.
Anindya juga menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai gejolak global. Menurutnya, Indonesia tetap menjadi salah satu titik terang perekonomian dunia atau bright spot, sebagaimana pernah disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF).
Ia menambahkan, penguatan investasi dalam negeri perlu diiringi dengan peningkatan kapasitas pengusaha daerah dan pelaku usaha menengah agar mampu berkembang dan naik kelas.
Dengan demikian, investasi tidak hanya berperan dalam memperkuat perekonomian nasional, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi pengusaha lokal untuk berkembang menjadi pelaku usaha berskala besar di masa mendatang.
SUMBER: ANTARA









