BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Badan Pengurus Wilayah Himpunan Pengusaha KAHMI (BPW HIPKA) Kalimantan Tengah, Junaidi, menyoroti pola pikir sebagian pengusaha daerah yang masih terbiasa menunggu paket pekerjaan atau proyek dari pemerintah dibandingkan mengembangkan peluang usaha secara mandiri.

Menurutnya, perubahan pola pikir diperlukan agar pengusaha di Kalimantan Tengah mampu menangkap berbagai peluang ekonomi, termasuk yang muncul dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal tersebut disampaikan Junaidi saat membahas tantangan dunia usaha dalam Rapat Kerja Wilayah BPW HIPKA Kalteng di Palangka Raya, Minggu, 1 November 2026.

Dia menilai sebagian pengusaha daerah belum sepenuhnya mampu melihat besarnya peluang usaha yang tersedia, termasuk peluang dari pertumbuhan ekonomi di kawasan IKN.

"Pengusaha kita masih terbiasa menerima paket pekerjaan seperti proyek dari pemerintah. Belum bisa membuka peluang yang memang itu berdasarkan kemandirian masing-masing," kata Junaidi.

Menurutnya, keterbatasan dalam melihat peluang menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pengusaha Kalimantan Tengah agar tidak tertinggal dalam memanfaatkan perkembangan ekonomi di kawasan sekitar.

Dia mengatakan Otorita IKN telah membuka kesempatan bagi pengusaha lokal untuk membangun kemitraan, termasuk melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha di Kalimantan.

Junaidi berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah dapat membangun komunikasi dengan Otorita IKN untuk membahas berbagai peluang kerja sama.

"Nah, harapan kita ke depan, dari pemerintah provinsi kan, memang Otorita ini mengundang juga pemerintah provinsi, termasuk juga kabupaten-kota yang ada di Kalteng, itu bisa bersilaturahmi," ujarnya.

Dia berharap peluang tersebut dapat disambut pemerintah daerah dan ditindaklanjuti melalui kemitraan dengan pengusaha lokal sehingga membuka kesempatan usaha yang lebih luas bagi pelaku usaha di Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/y)