BORNEONEWS, Palangka Raya - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang kemitraan dengan pengusaha lokal di Kalimantan untuk mendukung pemenuhan berbagai kebutuhan seiring rencana pertambahan penduduk di kawasan ibu kota baru tersebut.

Peluang tersebut mencakup kebutuhan pangan, energi, hingga fasilitas kesehatan yang diperkirakan meningkat seiring proyeksi penambahan penduduk sekitar dua juta orang.

Ketua BPW Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kalimantan Tengah, Junaidi, mengatakan informasi tersebut diperolehnya setelah melakukan kunjungan kerja ke IKN dan bertemu langsung dengan salah satu direktur Otorita IKN.

"Dengan adanya IKN banyak potensi juga. Hasil kunjungan kerja kita ke IKN, kita bertemu langsung dengan salah satu direktur Otorita IKN," kata Junaidi di Palangka Raya, Minggu, 1 November 2026.

Dia menyampaikan dalam pertemuan tersebut pihak Otorita IKN menyampaikan proyeksi penambahan penduduk sekitar dua juta orang seiring rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta pada 2028.

Menurut Junaidi, pertambahan penduduk dalam jumlah besar di satu kawasan akan menciptakan kebutuhan terhadap berbagai sektor, termasuk pangan, energi dan fasilitas kesehatan.

Karena itu, peluang tersebut perlu ditangkap oleh pengusaha di wilayah Kalimantan, termasuk pengusaha HIPKA Kalteng.

Junaidi mengatakan Otorita IKN mengharapkan terbangunnya kemitraan dengan pengusaha lokal agar masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Kalimantan dapat mengambil bagian dalam perkembangan kawasan tersebut.

"Otorita IKN pun memang mengundang, mengharapkan terbangunnya kemitraan-kemitraan antara Otorita IKN dengan pengusaha lokal, termasuk juga dengan pemerintah dan pengusaha profesional kebun kota Kalimantan," ujarnya.

Dia berharap pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah dapat membangun komunikasi dengan Otorita IKN melalui pertemuan, diskusi, seminar maupun rapat koordinasi.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar peluang kemitraan yang tersedia dapat dimanfaatkan pengusaha lokal dan Kalimantan tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan IKN. (HERMAWAN DP/y)