BORNEONEWS, Pulang Pisau - Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta meminta seluruh camat, kepala desa, dan perangkat daerah terkait turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi stunting sekaligus mempercepat upaya pencegahannya.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2026 di Aula Bapperida, Selasa, 3 November 2026.
Ahmad Jayadikarta mengatakan, salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penanganan stunting adalah perbedaan data antara Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).
Menurutnya, data e-PPGBM yang bersumber dari pencatatan kader posyandu, puskesmas, dan Dinas Kesehatan perlu menjadi perhatian dalam melihat kondisi terkini di lapangan.
"Data e-PPGBM saat ini menunjukkan angka stunting di Kabupaten Pulang Pisau sebesar 14,76 persen. Sementara berdasarkan data SSGI 2024, angkanya masih berada di 27,7 persen," ungkapnya.
Ia berharap melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak terkait dapat melakukan pengecekan langsung untuk memastikan kondisi riil di masyarakat.
"Kami berharap para camat, kepala desa, Dinas Kesehatan, DPPKBP3A, serta pihak terkait benar-benar turun langsung melihat bagaimana kondisi stunting saat ini. Apakah memang sesuai dengan data yang ada," tegasnya.
Selain persoalan data dan capaian penurunan stunting, Ahmad Jayadikarta juga menyoroti realisasi anggaran kegiatan penanganan stunting yang masih perlu ditingkatkan.
Ia menyebutkan, serapan anggaran saat ini masih berada di kisaran 41 persen. Meski sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, masih terdapat komponen anggaran yang perlu mendapat perhatian.
"Memang kegiatan sudah banyak terserap, tetapi untuk GU-nya masih perlu perhatian. Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa kita tingkatkan dan realisasinya mendekati 90 persen," pungkasnya. (RETHA)









