BORNEONEWS, Pulang Pisau – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau mulai melandai. Meski demikian, potensi kebakaran masih perlu diwaspadai menyusul prakiraan cuaca panas dalam lima hari ke depan.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Osa Maliki, dalam konferensi pers penanganan karhutla yang digelar Senin sore, 2 November 2026 sore.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i, didampingi Kepala Dinas Kominfostandi Hendri Arroyo dan Inspektur Inspektorat Hayes Hendra.

Osa mengatakan, meskipun kondisi karhutla saat ini sudah semakin terkendali, potensi munculnya titik kebakaran baru tetap ada, terutama karena suhu udara diperkirakan meningkat dalam beberapa hari ke depan berdasarkan peringatan BMKG.

"Karhutla yang terjadi di Kabupaten Pulang Pisau sudah semakin landai. Namun, tidak menutup kemungkinan kebakaran bisa terjadi kembali, mengingat peringatan BMKG dalam lima hari ke depan suhu di Pulang Pisau akan sangat panas," ujarnya.

Dia menyebutkan, saat ini kebakaran masih terjadi di empat wilayah, yakni Kecamatan Jabiren Raya, sebagian Kecamatan Maliku, Kecamatan Sebangau Kuala, dan Kecamatan Kahayan Hilir.

Menurutnya, kondisi cuaca panas menjadi perhatian khusus di empat kecamatan tersebut. Terlebih Kecamatan Jabiren Raya yang memiliki karakteristik lahan gambut cukup tebal sehingga berpotensi menyulitkan proses pemadaman.

"Yang menjadi kekhawatiran saat suhu panas adalah empat kecamatan tersebut, apalagi Kecamatan Jabiren Raya yang memiliki kondisi lahan gambut tebal. Selain itu, di empat kecamatan tersebut juga masih terjadi kebakaran," katanya.

Osa menambahkan, tim TNI yang sebelumnya berada di pos induk kini telah digeser ke wilayah Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya.

"Tim bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan di wilayah Tumbang Nusa," tutupnya.

Sementara itu, berdasarkan data Pusdalops-PB per 30 Oktober 2026, karhutla di Kabupaten Pulang Pisau sepanjang tahun ini tercatat sebanyak 365 kejadian dengan total luasan terbakar mencapai 14.731 hektare yang tersebar di delapan kecamatan. (RETHA/y)