BORNEONEWS, Palangka Raya – Aset lancar PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mengalami peningkatan signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Hingga 30 September, aset lancar perusahaan mencapai Rp11,1 triliun, dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp5,9 triliun.
Kenaikan tersebut membuat aset lancar perseroan bertambah sekitar Rp5,2 triliun dalam kurun waktu sembilan bulan.
Peningkatan aset lancar turut memengaruhi pertumbuhan total aset SSMS yang mencapai Rp18,71 triliun.
"Nilai tersebut naik 37,72 persen dibandingkan posisi akhir tahun lalu sebesar Rp13,58 triliun," kata Direktur Utama SSMS, Jap Hartono kepada Borneonews pada Senin, 2 November 2026.
Salah satu komponen yang tercatat dalam laporan keuangan adalah saldo bank yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp3,2 triliun terkait penempatan devisa hasil ekspor atau DHE.
Sementara itu, kas dan setara kas perseroan mencapai Rp904,01 miliar, meningkat 3,43 persen dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp874,06 miliar.
"Dari sisi lain neraca, total liabilitas SSMS tercatat Rp15,1 triliun atau meningkat 41,85 persen dibandingkan Rp10,64 triliun pada akhir tahun lalu," jelasnya.
Adapun total ekuitas mencapai Rp3,61 triliun, naik 22,76 persen dibandingkan Rp2,94 triliun pada 31 Desember 2025.
Peningkatan aset lancar tersebut menjadi salah satu indikator perubahan struktur keuangan perseroan. Namun, komposisi aset, terutama dana yang dibatasi penggunaannya, tetap perlu diperhatikan dalam menilai ketersediaan likuiditas perusahaan. (TESTI PRISCILLA/y)









