BORNEONEWS, Palangka Raya – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) membukukan laba bersih Rp1,59 triliun hingga September 2026. Capaian tersebut meningkat 58,43 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar Rp1 triliun.

"Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan yang mencapai Rp14,83 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Nilai itu naik 34,85 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp11 triliun," kata Direktur Utama SSMS, Jap Hartono kepada Borneonews pada Senin, 2 November 2026.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, peningkatan pendapatan terutama berasal dari penjualan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) beserta produk turunannya.

Penjualan produk perseroan mencakup CPO, RBD palm olein, crude palm kernel oil, serta palm kernel. Penjualan kepada pihak ketiga menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan.

"Seiring peningkatan pendapatan, laba bruto SSMS melonjak 57,65 persen menjadi Rp5,95 triliun dari Rp3,77 triliun pada periode sama tahun sebelumnya," kata Hartono lagi.

Sementara itu, laba usaha tercatat Rp2,76 triliun atau meningkat 43,11 persen dibandingkan Rp1,93 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Adapun laba periode berjalan mencapai Rp1,75 triliun, meningkat 71,26 persen dibandingkan Rp1,02 triliun pada periode sama tahun sebelumnya setelah penyesuaian proforma.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan kinerja keuangan SSMS sepanjang Januari hingga September 2026, ditopang kenaikan pendapatan dari bisnis perkebunan dan pengolahan kelapa sawit. (TESTI PRISCILLA/y)