KOTAWARINGIN TIMUR – BORNEONEWS, Sampit - Hutan di sekitar lokasi kemunculan orangutan di Dusun Remiling, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hangus terbakar.
"Orangutan tidak ditemukan saat kami melakukan observasi. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, kawasan hutan di sekitar lokasi kemunculan sudah terbakar dan sebagian masih terbakar," kata Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah, Senin, 2 November 2026.
Muriansyah menjelaskan, pihaknya melakukan observasi setelah menerima laporan warga bernama Samsul. Satu individu orangutan dilaporkan terlihat pada Sabtu sore, 31 Oktober 2026, tidak jauh dari permukiman warga.
Petugas kemudian menyisir kawasan kebun karet dan rotan milik masyarakat dengan berjalan kaki. Di lokasi tersebut, tim menemukan satu sarang orangutan kelas A. Namun, individu yang dilaporkan muncul belum berhasil ditemukan.
Vegetasi di sekitar lokasi didominasi kebun karet, rotan, dan kelapa sawit. Kondisi kawasan yang terbakar diduga membatasi ruang jelajah orangutan sehingga satwa tersebut kemungkinan masih berada di kebun karet dan rotan milik warga.
"Kami menduga orangutan masih berada di kebun karet dan rotan warga. Kalau ke tempat lain sepertinya sulit karena hutan di sekitar dusun sudah terbakar. Bahkan, kebun warga juga ikut terbakar dan sebagian masih berasap," jelasnya.
Menurut Muriansyah, kebakaran membuat orangutan diduga berpindah-pindah di antara kebun karet dan rotan yang tersisa. Kondisi vegetasi yang rapat, terutama di bagian bawah kebun yang dipenuhi rotan, juga menyulitkan petugas melakukan pencarian.
"Kalau dilakukan pencarian agak sulit. Orangutan bisa saja turun, sedangkan bagian bawah kebun sulit dijangkau karena banyak rotan," ujarnya.
Sebelumnya, BKSDA juga menerima laporan kemunculan orangutan dari Kepala Desa Ganepo pada Kamis malam, 29 Oktober 2026. Namun, berdasarkan keterangan kepala desa, satwa tersebut sudah tidak terlihat lagi pada Jumat pagi. Muriansyah menduga laporan pada akhir Oktober itu merujuk pada individu orangutan yang sama.
Ia memberikan pengarahan kepada warga agar apabila orangutan kembali muncul di lokasi tersebut. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas BKSDA dan memantau pergerakannya agar dapat ditindaklanjuti. (DEWI PATMALASARI/y)









