KOTAWARINGIN TIMUR – BORNEONEWS, Sampit - Satu individu orangutan dilaporkan berkeliaran selama tiga hari di sekitar kebun dan permukiman warga kawasan Lemiring, Dusun Remiling, Desa Ganepo, Kecamatan Seranau, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kemunculan satwa dilindungi itu membuat warga khawatir, terutama ibu-ibu dan anak-anak.

Komandan BKSDA Pos Sampit Muriansyah mengatakan, pihaknya menerima laporan pertama dari kepala desa pada Kamis, 29 Oktober 2026. Saat itu, orangutan terlihat warga di belakang rumah, tepatnya di sekitar kawasan Lemiring.

"Pada Jumat pagi saya meminta informasi terbaru. Saat itu orangutan sudah tidak terlihat. Kemungkinan berpindah tempat, tetapi masih di sekitar dusun," ujar Muriansyah, Senin, 2 November 2026.

Laporan kemunculan kembali satwa tersebut diterima pada Minggu. Berdasarkan informasi warga, individu orangutan tersebut masih berada di sekitar kebun.

Muriansyah menyampaikan, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan tanaman milik warga akibat keberadaan orangutan tersebut. Namun, kemunculannya menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

"Kalau kerusakan tanaman sejauh ini tidak ada laporan. Tetapi warga ketakutan, terutama ibu-ibu dan anak-anak," katanya.

Ia menjelaskan, Dusun Remiling, Desa Ganepo, memang banyak bekas areal kebakaran. Orangutan diperkirakan masuk ke wilayah dusun untuk mencari makan.

BKSDA Pos Sampit berencana melakukan observasi ke lokasi untuk memastikan keberadaan dan kondisi orangutan tersebut. Langkah ini juga diperlukan untuk menentukan penanganan yang tepat agar satwa tetap aman dan masyarakat tidak merasa terancam.

Sementara itu, warga yang melaporkan kemunculan orangutan tersebut berharap orangutan tersebut tidak menjadi sasaran tindakan yang dapat membahayakan satwa dilindungi itu. Warga khawatir ada pihak yang sengaja melukai atau menembaknya. (DEWI PATMALASARI/j)