BORNEONEWS, Istanbul – Kanada dan Amerika Serikat mulai mendekati kerangka kesepakatan perdagangan baru setelah berbulan-bulan hubungan dagang kedua negara diwarnai ketegangan.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney membahas perkembangan tersebut bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Minggu, 1 November 2026.
Carney menyebut pembicaraan dengan Trump sebagai kelanjutan dari diskusi mengenai garis besar kesepakatan perdagangan yang dinilai dapat menguntungkan kedua negara.
Menurutnya, kesepakatan yang sedang dibahas diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, menekan beban biaya bagi keluarga, sekaligus tetap menjaga kepentingan nasional Kanada.
Carney juga menegaskan bahwa kesepakatan tersebut harus tetap menghormati bahasa, budaya dan kedaulatan Kanada.
Ia menyebut percakapannya dengan Trump berlangsung baik dan menjadi bagian dari upaya meredakan ketegangan dagang antara Ottawa dan Washington.
Tim negosiasi dari kedua negara selanjutnya akan melanjutkan koordinasi dalam beberapa pekan mendatang untuk menyelesaikan naskah final kesepakatan.
Perkembangan tersebut sejalan dengan pernyataan Trump pada pekan sebelumnya yang menyebut Amerika Serikat dan Kanada telah semakin dekat dengan kesepakatan baru.
Namun, Trump juga sempat menuding Kanada selama ini memperoleh keuntungan dalam hubungan dagang dengan mengorbankan kepentingan Amerika Serikat.
Hubungan perdagangan Kanada dan Amerika Serikat sebelumnya memanas setelah kedua negara saling memberlakukan tarif terhadap berbagai barang dengan nilai mencapai miliaran dolar.
Kebijakan tarif muncul setelah sejumlah perundingan dagang sebelumnya gagal menghasilkan kesepakatan.
Hingga kini, Gedung Putih belum mengeluarkan keterangan resmi terkait percakapan terbaru antara Trump dan Carney.
Sumber: Anadolu/ANTARA







