BORNEONEWS, Moskow – Ketegangan di perbatasan Afghanistan dan Pakistan kembali meningkat setelah pasukan kedua negara terlibat baku tembak di dekat pintu perlintasan Torkham, Minggu, 1 November 2026.
Menurut laporan Khaama Press yang mengutip sejumlah sumber lokal, pasukan penjaga perbatasan Pakistan dan pasukan Afghanistan saling melepaskan tembakan di kawasan dekat Garis Durand.
Garis Durand merupakan batas wilayah yang memisahkan Afghanistan dan Pakistan, namun hingga kini tidak diakui secara resmi oleh Kabul.
Bentrokan tersebut dilaporkan mengganggu proses kepulangan para migran Afghanistan yang kembali dari Pakistan melalui perlintasan Torkham.
Insiden disebut bermula setelah sejumlah warga Afghanistan berupaya mendirikan pos keamanan di kawasan perbatasan Jangal.
Hingga kini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat baku tembak tersebut. Pemerintah Afghanistan juga belum memberikan keterangan resmi terkait insiden itu.
Ketegangan di kawasan perbatasan kedua negara bukan kali pertama terjadi. Sejak 19 Oktober 2026, unit militer Afghanistan dan Pakistan dilaporkan beberapa kali terlibat bentrokan di sepanjang wilayah perbatasan.
Sebelumnya, baku tembak di dekat perlintasan Torkham pada 28 Oktober 2026 dilaporkan menewaskan dua remaja Afghanistan dan melukai seorang staf Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA telah memperingatkan bahwa bentrokan di sekitar Distrik Torkham, Provinsi Nangarhar, dapat mengancam keselamatan warga sipil dan pekerja kemanusiaan.
Torkham sendiri merupakan salah satu jalur utama perlintasan orang dan barang antara Afghanistan dan Pakistan.
OCHA mencatat lebih dari 600.000 migran telah kembali ke Afghanistan melalui perlintasan tersebut sejak awal Januari 2026.
Bentrokan terbaru ini menambah daftar panjang ketegangan keamanan di perbatasan Afghanistan-Pakistan yang hingga kini masih menjadi kawasan rawan konflik.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA/ANTARA









