BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 10.000 liter cairan pemadam X-Fire disiapkan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada lahan gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.
"Di posko BPBD sudah ready 10.000 liter X-Fire. X-Fire ini bekerja langsung dengan maksimal dengan melakukan pendinginan di pori-pori bara api di dalam tanah gambut tersebut," kata Kapolres Kotim AKBP I Kadek Dwi Yoga Sidhimantra, Kamis, 29 Oktober 2026.
Kadek menjelaskan, X-Fire merupakan cairan campuran yang dikembangkan Polda Kalimantan Tengah untuk mendukung penanganan karhutla. Penggunaannya kini mulai diterapkan untuk proses pendinginan pada lahan gambut.
Penanganan kebakaran gambut tidak cukup hanya dengan memadamkan api yang terlihat di permukaan. Bara yang masih tertinggal di dalam tanah dapat kembali memicu asap apabila tidak didinginkan secara menyeluruh.
Karena itu, X-Fire diarahkan untuk membantu proses pendinginan hingga ke bagian pori-pori tanah gambut. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi potensi munculnya kembali bara api setelah proses pemadaman dilakukan.
"Lebih dimaksimalkan ke pendinginan, jadi asap tidak muncul kembali. Jadi, fokus di struktur tanah gambut. Dalam 20 liter X-Fire itu, bisa digunakan dengan campuran air dengan jumlah 5.000 liter," tambahnya.
Dengan takaran tersebut, 20 liter X-Fire dapat dicampurkan dengan 5.000 liter air atau setara satu tangki berkapasitas lima ton. Campuran itu digunakan untuk membantu proses pendinginan pada area yang terbakar.
Pemanfaatan X-Fire juga diharapkan membantu mengatasi kendala keterbatasan air yang dihadapi petugas saat menangani karhutla di Kotim. Kebutuhan air dalam jumlah besar menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan yang sulit dijangkau.
Kadek menjelaskan, penyiraman menggunakan air biasa belum tentu efektif untuk mendinginkan bagian gambut yang terbakar di bawah permukaan. Sebagian air dapat menguap sebelum menjangkau titik bara yang berada di dalam tanah.
"Kalau misalnya tidak menggunakan X-Fire, justru air yang disiram di tanah gambut itu kebanyakan menguap dan istilahnya tidak langsung menuju ke pori-pori gambutnya," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









