BORNEONEWS, Kuala Kurun - Asisten I Setda Gumas Ruby Haris mewakili Bupati Gunung Mas Jaya S Monong berharap kegiatan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) III tingkat Kabupaten Gunung Mas tahun 2026 bisa mempererat silaturahmi dan pembinaan pemuda Islam.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Gunung Mas yang dilaksanakan di GPU Tampung Penyang Kuala Kurun selama dua hari yakni 7-8 November 2026.

"Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan generasi muda Islam yang cerdas dan berakhlak mulia sejak usia dini hingga remaja," ujar Ruby membacakan sambutan Bupati Gumas Jaya S Monong, Minggu, 8 November 2026.

Kemudian juga menjadi sarana untuk meningkatkan prestasi dan kreativitas bagi para santri dari Taman Kanak-Kanak Al-Qur'an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), dan Ta'limul Qur'an Lil Aulad (TQA)

Melalui FASI III, diharapkan para peserta semakin memahami nilai-nilai ibadah, memiliki rasa percaya diri, serta berani menampilkan bakat dan kemampuan mereka.

Selain itu, FASI diharapkan dapat melahirkan santri berprestasi dari Kabupaten Gunung Mas yang mampu bersaing pada tingkat selanjutnya.

"Kepada seluruh peserta, saya mengucapkan selamat berlomba. Tetap jaga kesehatan, sportivitas, kekompakan, dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Kepada dewan hakim, saya berharap agar dapat memberikan penilaian secara adil dan objektif," tukas Ruby.

Sementara itu, Ketua Panitia FASI III tingkat Kabupaten Gunung Mastahun 2026 Zaitul Ikhlas menjelaskan bahwa kegiatan FASI dilaksanakan dengan tujuan mempererat silaturahmi antarlembaga keagamaan, membina generasi muda yang Qur'ani dan berakhlakul karimah, serta menjaring potensi anak-anak saleh dan salehah agar kelak dapat membanggakan agama, bangsa, dan negara.

"Kegiatan ini diikuti 150 peserta dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Gunung Mas mengikuti perlombaan pada kategori TKA, TPA, dan TQA," ujarnya.

Sejumlah cabang lomba yang dilaksanakan terbagi dalam tiga kelompok usia, yakni TKA untuk usia 4–7 tahun, TPA usia 7–12 tahun, dan TQA usia 12–15 tahun.

Cabang lomba yang dipertandingkan meliputi adzan dan iqamah untuk TKA dan TPA, mewarnai putra dan putri untuk TKA, menggambar putra dan putri untuk TPA, peragaan salat campuran untuk TPA, serta ceramah bahasa Indonesia untuk TQA. (RISKA/R)