BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Kegiatan Adu Generasi Berencana (Adu GenRe) di Kabupaten Seruyan diharapkan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri sekaligus melahirkan remaja yang berkarakter, berprestasi, dan menjadi pelopor perubahan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Seruyan, Arniansyah mengatakan, Adu GenRe bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari peserta terbaik.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan, moral, karakter, serta kepercayaan diri untuk memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya.
Menurutnya peserta yang nantinya terpilih diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan DP3AP2KB Kabupaten Seruyan dalam menyosialisasikan berbagai program serta memberikan edukasi kepada teman sebaya di sekolah masing-masing.
"Melalui ajang ini, kita berharap dapat melahirkan generasi muda yang menjadi pionir dan ujung tombak dalam menyampaikan edukasi kepada teman-temannya di sekolah, khususnya mengenai pencegahan pernikahan dini, kenakalan remaja, serta perundungan atau bullying terhadap anak-anak di lingkungan sekolah," ungkapnya, saat membuka kegiatan, Sabtu, 7 November 2026.
Ia menilai keterlibatan remaja dalam menyampaikan pesan-pesan edukasi sangat penting karena komunikasi antarteman sebaya dinilai lebih dekat dengan kehidupan dan keseharian generasi muda.
Dengan pendekatan yang komunikatif dan sesuai dengan karakter remaja, berbagai informasi mengenai perencanaan masa depan, perlindungan anak, serta pencegahan permasalahan sosial di kalangan remaja diharapkan lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Selain meningkatkan kemampuan peserta, Adu GenRe juga menjadi bagian dari upaya DP3AP2KB Kabupaten Seruyan dalam menanamkan nilai-nilai moral, memperkuat pembentukan karakter, serta membangun rasa percaya diri generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang positif, mandiri, dan bertanggung jawab.
Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti Adu GenRe tidak berhenti pada kompetisi semata. Para peserta diharapkan mampu mengimplementasikannya melalui kegiatan edukasi dan aksi nyata di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (FAHRUL/R)









