BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas meluncurkan batik khas setempat yang diberi nama Batik Tambun Bungai.

Peluncuran tersebut dilaksanakan di DPU Damang Batu Kuala Kurun, Kamis, 5 November 2026 langsung oleh Bupati Gunung Mas Jaya S Monong.

"Nama batik ini yakni Batik Tambun Bungai, batik ini saya desain bersama dengan ahli batik asal Yogyakarta dan sudah didaftarkan hak ciptanya," kata Jaya, Jumat, 6 November 2026.

Dijelaskan, pada Batik Tambun Bungai terdapat motif tokoh Tambun dan Bungai. Motif tersebut juga menyelaraskan dengan Program Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas yakni Program Tambun Bungai.

Kemudian, terdapat lima warna khas Dayak, 5Ba yakni, bahenda atau warna kuning, bahandang yakni warna merah, bahijau warna hijau, baputi yakni warna putih dan babilem yakni warna hitam.

Dengan warna batik berwarna kuning, kata Jaya warna tersebut terinspirasi dari warna latar di logo Kabupaten Gunung Mas yang juga berwarna kuning.

Peluncuran Batik Khas Kabupaten Gunung Mas bukan sekadar memperkenalkan sebuah produk batik atau pakaian daerah.

Kata Jaya, lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah nyata dalam memperkuat identitas daerah, melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, serta menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap Kabupaten Gunung Mas.

Pada kesempatan tersebut, Jaya memberikan arahan sekaligus penegasan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas agar dapat mendukung dan menggunakan Batik Khas Kabupaten Gunung Mas sebagai salah satu identitas dan kebanggaan daerah.

Dirinya berharap batik khas ini tidak hanya dikenakan pada saat kegiatan seremonial atau acara tertentu saja, tetapi dapat menjadi bagian dari budaya kerja dan identitas kita sebagai ASN Kabupaten Gunung Mas.

"Melalui penggunaan batik khas daerah, kita turut menunjukkan rasa bangga terhadap daerah sendiri sekaligus menjadi contoh nyata dalam mendukung pelestarian budaya lokal," ucapnya.

Bupati Gunung Mas itu juga mengajak seluruh Kepala Perangkat Daerah agar dapat mendukung penggunaan batik khas Kabupaten Gunung Mas di lingkungan kerja masing-masing, dengan tetap memperhatikan ketentuan dan pengaturan pakaian dinas yang berlaku.

Jangan sampai hanya bangga menggunakan produk dari luar daerah, sementara kita belum sepenuhnya memberikan ruang dan dukungan terhadap hasil karya serta kekayaan budaya daerah sendiri.

Selanjutnya, Jaya berharap peluncuran batik ini tidak berhenti sampai di situ. Batik Khas Kabupaten Gunung Mas harus terus dikembangkan, dipromosikan, dan diperkenalkan kepada masyarakat luas, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun pada berbagai kesempatan lainnya.

Jaya juga meminta kepada Sekda dan pihak terkait untuk membingkai motif batik khas Kabupaten Gunung Mas yang sebelumnya yakni Batik Batu Suli dan Batik Tambun Bungai kemudian dipajang di Dekranasda dan ditempat tertentu.

"Harapannya, agar generasi penerus dan masyarakat luas mengetahui bahwa Kabupaten Gunung Mas memiliki motif batik yang khas," tukasnya. (RISKA/H)