BORNEONEWS,  Kuala Pembuang – Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan perkembangan positif. Jumlah titik panas (hotspot) dan luasan lahan yang terbakar dilaporkan sudah jauh berkurang.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menyampaikan, perkembangan tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat setelah beberapa bulan terakhir menghadapi dampak kebakaran hutan dan kabut asap.

“Alhamdulillah saat ini jumlah hotspot maupun luasan lahan yang terbakar sudah jauh berkurang. Mudah-mudahan ini pertanda ke depan kehidupan dan aktivitas kita di Kalimantan Tengah bisa kembali normal,” ujar Zainul Arifin, di Kuala Pembuang,  Sabtu, 7 November 2026.

Meski kondisi mulai membaik, Pangdam mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan situasi untuk membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, upaya pencegahan harus tetap menjadi perhatian bersama agar kebakaran tidak kembali meluas.

Dia berharap membaiknya kondisi karhutla di Kalteng dapat segera memulihkan berbagai aktivitas masyarakat, terutama kegiatan pendidikan dan kesehatan.

Dengan berkurangnya kabut asap, anak-anak diharapkan dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah dengan nyaman. Begitu pula masyarakat agar tidak lagi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap kebakaran.

“Harapan kita ke depan anak-anak bisa kembali sekolah, kesehatan masyarakat tidak lagi terganggu akibat asap dan semuanya bisa berjalan normal kembali,” ungkapnya.

Usai prosesi pemberangkatan jenazah Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo di Bandara Kuala Pembuang, Sabtu pagi, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bertolak untuk memantau kondisi Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan penanganan karhutla di kawasan konservasi yang berada di wilayah Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Kotawaringin Barat tersebut.

Pangdam mengatakan, pihaknya telah menerima laporan bahwa kondisi kebakaran di kawasan tersebut juga mengalami penurunan cukup signifikan.

“Kami bersama-sama akan berkunjung untuk melihat perkembangan di sana. Kami dapat laporan terakhir juga sudah jauh sekali menurun,” katanya.

Pemantauan ini diharapkan dapat memastikan upaya penanganan karhutla di kawasan TNTP berjalan optimal, sehingga tidak ada lagi titik api yang berpotensi meluas dan mengancam kelestarian hutan.

Pangdam juga menegaskan pentingnya kesadaran bersama untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Sebab, keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh masyarakat. (FAHRUL/y)