BORNEONEWS, Palangka Raya – Titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terdeteksi di wilayah Marang dan Kelampangan, Kota Palangka Raya. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran berpotensi kembali terjadi, terutama di kawasan lahan gambut.
Anggota DPRD Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, meminta pemerintah memaksimalkan upaya pencegahan agar karhutla tidak kembali berulang.
"Keberadaan titik panas harus menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah antisipasi di wilayah rawan kebakaran," katanya, Rabu, 4 November 2026.
Hatir menilai pencegahan perlu dilakukan secara konsisten, tidak hanya ketika api sudah muncul. Pemantauan lapangan dan kesiapsiagaan personel harus terus ditingkatkan, khususnya di kawasan gambut yang rentan terbakar saat kondisi kering.
Ia meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait memastikan langkah penanganan dilakukan sejak dini, sehingga titik panas tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
"Selain pemantauan, koordinasi antarinstansi dan keterlibatan masyarakat juga dinilai penting untuk mendukung upaya pencegahan karhutla," tambahnya.
Hatir berharap kawasan Marang dan Kelampangan mendapat perhatian serius mengingat titik panas masih terdeteksi di wilayah tersebut.
Menurutnya, upaya pencegahan yang maksimal diperlukan untuk menghindari kebakaran berulang, sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak karhutla.(MARINI)









