BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Kecelakaan helikopter MI-17V5 milik Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad) saat menjalankan misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah dipastikan tidak menghentikan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan, seluruh operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah tetap berjalan seperti biasa, meskipun terjadi insiden kecelakaan helikopter yang tengah menjalankan tugas pemadaman.
Hal tersebut disampaikan Zainul saat berada di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kamis, 5 November 2026.
Ia menjelaskan sesuai arahan pimpinan, upaya pengendalian karhutla tetap dilaksanakan secara maksimal melalui berbagai strategi, baik penanganan langsung oleh Satuan Tugas (Satgas) Darat maupun dukungan Satgas Udara.
Selain itu, upaya modifikasi cuaca juga tetap dilanjutkan sebagai bagian dari strategi untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.
“Sebagaimana arahan pimpinan, penanganan pemadaman karhutla tetap berjalan seperti biasa, baik dilakukan oleh Satgas Darat maupun Satgas Udara, termasuk modifikasi cuaca tetap berjalan dan dimaksimalkan,” kata Zainul.
Di tengah upaya pemadaman yang terus berlangsung, Pangdam XXII Tambun Bungai juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Menurutnya, kondisi cuaca yang memasuki masa pancaroba tetap berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, sehingga diperlukan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat untuk mencegah munculnya titik api baru.
Zainul mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan udara yang dilakukannya, masih ditemukan sejumlah titik aktivitas masyarakat yang membuka lahan menggunakan cara pembakaran.
“Karena pada saat pemantauan udara, saya masih melihat ada beberapa titik masyarakat yang masih membuka lahan dengan cara membakar,” ungkapnya.
Karena itu, ia bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengimbau masyarakat tidak pembukaan lahan dengan cara membakar.
Menurutnya pencegahan kebakaran tidak bisa hanya mengandalkan petugas di lapangan. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar tidak muncul kebakaran baru di Kabupaten Seruyan dan wilayah Kalimantan Tengah. (FAHRUL/R)









