BORNEONEWS, Tamiang Layang - Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas mengimbau agar tak ada pengerahan massa dengan adanya isu demo besar-besaran menolak disahkannya UU Cipta Kerja.
Pesan ini disampaikan saat memimpin apel gabungan dan patroli skala besar dalam rangka antisipasi aksi unjuk rasa dan mogok kerja, Senin 5 Oktober 2020.
"Saya mengimbau tidak adanya pengerahan masa, memblokade jalan, mengganggu distribusi logistik, transportasi, memprokasi petugas keamanan, swepingdan melakukan tindakan anarkis," ucapnya.
Ampera mengigatkan untuk jajaran Kepolisian, TNI, Satpol PP, Damkar dan Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Timur untuk selalu bersiaga pada 6, 7 dan 8 Oktober 2020.
"Kita tidak mengiginkan adanya kerumunan orang banyak yang menimbulkan potensi kluster penyebaran baru Covid-19. Hal ini tidak sejalan di tengah situasi pandemi dan situasi ekonomi yang tidak kondusif saat ini," katanya.
Ampera mengigatkan kepada semua pihak untuk saling berkoordinasi dalam menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Barito Timur dari pihak yang ingin memanfaatkan situasi untuk tujuan tertentu.
"Masyarakat Bartim tetap jaga jarak menggunakan masker dan patuhi protokol kesehatan agar kita tak terhindar Covid-19," punglasnya. (PRASOJO/B-6)
Bupati Barito Timur: Jangan Ada Pengerahan Massa
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Barito Timur Mencoblos di TPS 01 Tamiang Layang
Bupati Barito Timur Pantau Langsung Pilgub Kalteng di TPS
Sugianto - Edy Pratowo Menang Telak di TPS Bupati Barito Timur
Bupati Barito Timur Apresiasi Kejari Raih Predikat WBK
Tahun Ini Open House Natal di Rujab Bupati Barito Timur Ditiadakan
Bupati Barito Timur Resmikan Gedung Baru Puskesmas Bentot
Komentar (0)
Memuat komentar…

