BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, mendorong generasi muda untuk mengambil peran sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah di tengah pesatnya transformasi digital sektor jasa keuangan.
Menurut Primandanu, pemuda tidak hanya dituntut kreatif dan inovatif, tetapi juga harus memiliki literasi keuangan yang baik agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab.
“Di tengah pesatnya transformasi digital sektor jasa keuangan, pemuda Kalimantan Tengah memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya dalam momen Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Ia mengatakan, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi semakin penting seiring berkembangnya berbagai layanan keuangan digital. Generasi muda perlu memahami manfaat sekaligus risiko dari layanan tersebut agar tidak salah mengambil keputusan finansial.
Primandanu juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai risiko keuangan, mulai dari investasi ilegal, pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga penipuan keuangan atau scam yang memanfaatkan teknologi digital.
"Kemudahan akses terhadap layanan keuangan harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat mengenali legalitas penyedia jasa keuangan serta memahami risiko sebelum melakukan transaksi," katanya lagi.
OJK Kalteng, lanjut Primandanu, berkomitmen memperkuat literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Langkah ini sekaligus diarahkan untuk mendorong kewirausahaan serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Ia berharap generasi muda Kalimantan Tengah dapat memanfaatkan perkembangan sektor keuangan digital untuk mengembangkan potensi diri dan usaha, sehingga tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Penguatan literasi keuangan dan kewirausahaan di kalangan pemuda diharapkan mampu menciptakan generasi yang mandiri secara finansial, adaptif terhadap perubahan teknologi, serta memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. (TESTI PRISCILLA/y)









