BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah pohon ditebang di Jalan Ahmad Yani Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Akibatnya sejumlah kabel Telkom putus.

Ironisnya, kabel yang putus ini dibiarkan membentang di depan kantor dan rumah masyarakat sekitar, dan tidak diperbaiki, baik oleh petugasnya yang menebang pohon maupun pihak Telkom.

"Padahal sudah kita lapor, tapi tidak diperbaiki juga. Ini sangat berbahaya dan mengganggu, putus ditempat kantor kita," kata Ketua PWI Kotim, Andri Rizky Agustian, Rabu, 17 Februari 2021.

Rizky meminta jika ada pohon yang ditebang seperti itu, dan mengakibatkan kabel putus agar langsung diperbaiki, sehingga tidak menggangu.

"Berapa kali teman kita lewat nyangkut kabel ini, sangat membahayakan," ucapnya. Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur meminta agar instansi terkait yang menebang pohon memperhatikan fasilitas masyarakat lainnya.

--page

"Jangan sampai mengakibatkan fasilitas masyarakat atau fasilitas publik lainnya rusak," tegasnya. Rudianur juga meminta agar fasilitas publik yang rusak segera diperbaiki, sehingga tidak menggangu masyarakat sekitar.

"Seperti kabel putus itu jangan dibiarkan menghalang kantor atau depan rumah warga," tandasnya. (NACO/B-6)