BORNEONEWS, Palangka Raya - Lurah Langkai, Sri Wanti mengatakan, ada 1.500 KK warganya terdampak banjir tahun ini. Sebagian warga sudah mengungsi namun mayoritas masih bertahan di rumah meski harus membuat bangunan tambahan sebagai tempat tidur.
Dia menuturkan wilayah terparah di Flamboyan bawah yang berada di pinggir Sungai Kahayan karena wilayahnya merupakan dataran rendah. Dari hasil pantauannya di lapangan semua rumah sudah terendam.
"Semua rumah sudah terendam, bahkan dapur milik warga sudah tidak bisa digunakan untuk memasak lagi," katanya, Kamis, 17 November 2022.
Ia berharap dalam waktu segera ada bantuan dari pemerintah. Mantan Kasi Kesos Kelurahan Marang ini juga berharap ada bantuan dari para relawan agar berkenan memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir.
"Sementara ini kami berikan suplai makanan nasi bungkus, itu pun masih kurang. Semoga ada bantuan dari berbagai pihak," harapnya.
Kondisi banjir di wilayah tersebut masih mengalami kenaikan dan belum ada tanda-tanda surut. Warga pun mulai mengungsi ke Posko yang sudah disediakan di samping kantor PDAM. (HENDRI/B-11)
1.500 KK Warga di Kelurahan Langkai Terdampak Banjir
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Anggota DPRD Dapil I Reses di Kelurahan Marang Serap Aspirasi Warga Terdampak Banjir
Sekda Kapuas: Penanganan Bantu Warga Terdampak Banjir Terus Berlanjut
Pemkab Kapuas Kirim Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di 4 Kecamatan
Personel Polsek Kapuas Tengah Kawal Pendistribusian Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir
11 Desa di Kecamatan Mantangai Terdampak Banjir
Keluarga Besar Pengajian Kobar Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Banjir Palangka Raya
Komentar (0)
Memuat komentar…







