BORNEONEWS, Kota Gaza, Palestina - Kelompok Palestina Hamas dan Jihad Islam mengutuk serangan tiba-tiba Israel di Bab Al Rahma atau Gerbang Rahmah, area ibadah di Masjid Al Aqsa di wilayah pendudukan Yerusalem Timur.
Berita media Palestina mengatakan pasukan Israel merusak perlengkapan lampu dan sistem kelistrikan selama serangan tersebut pada Sabtu, saat umat Muslim merayakan Idul Fitri, perayaan menandai berakhirnya bulan suci Ramadan.
Hazim Qasim, juru bicara Hamas, mengatakan serangan itu merupakan lanjutan "perang agama Israel atas situs suci di Yerusalem"
Perjuangan mempertahankan "identitas Arab-Islam" dari Masjid Al Aqsa akan terus berlanjut tanpa terpengaruh, kata Qasim dalam pernyataan tertulis.
Juru bicara Jihad Islam Tarek Silmi mengatakan serangan itu adalah salah satu agresi dalam "perang terhadap Masjid Al Aqsa,"
"Upaya oleh administrasi pendudukan (Israel) untuk menguasai masjid tidak akan pernah berhasil," kata Silmi.
Sebelumnya masih pada April, pasukan Israel menyerbu komplek Masjid Al Aqsa dan mengusir umat Muslim yang sedang beribadah, meningkatkan ketegangan di seluruh wilayah Palestina.
Penyerbuan itu memicu serangan roket dari Jalur Gaza dan Lebanon, yang kemudian dibalas Israel dengan serangan udara.
Bagi Muslim, Al Aqsa mewakili situs paling suci ketiga di dunia. Yahudi menyebutnya Bukit Bait Suci, mengatakan tempat itu merupakan situs dua kuil Yahudi kuno.
Israel menduduki Yerusalem Timur saat Perang Arab-Israel 1967. Israel kemudian menganeksasi seluruh kota pada 1980, sebuah langkah yang tidak diakui masyarakat internasional.
Sumber: Anadolu/ANTARA
Hamas dan Jihad Islam Kutuk Penyerangan di Area Ibadah Masjid Al Aqsa
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
MER-C Kutuk Penyerbuan Tentara Israel ke Al Aqsa
Pemukim Israel Serbu Masjid Al Aqsa
Polisi Israel Serbu Masjid Al-Aqsa dan Lukai 7 Warga Palestina
Tak Hanya Umat Islam, Kristiani Pemprov Kalteng Laksanakan Ibadah Doakan Keberkahan Gubernur Kalteng
Ngabuburit Ala Masjid Nurul Islam, Belajar Kitab Kuning, Tahsin Hingga Tadarus Alquran
Dibangun 1967, Masjid Raya Nurul Islam Miliki Kapasitas 1.000 Jamaah
Komentar (0)
Memuat komentar…






