BORNEONEWS, Palangka Raya - Legislator Kalteng, Sirajul Rahman mendorong adanya upaya optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam alam (SDA) yang dilakukan pemda di provinsi ini untuk kesejahteraan masyarakat.
Sirajul mengatakan, mayoritas masyarakat di wilayah Kalteng ini utamanya pelosok masih banyak yang bergantung dengan hasil SDA sebagai sumber pencaharian utama maupun menghasilkan pendapatan ekonomi.
"Pemerintah harus dapat mengoptimalisasi serta mendukung masyarakat untuk memanfaatkan SDA agar lebih baik. Karena ketergantungan masyarakat terhadap SDA masih tergolong tinggi," ucapnya, Sabtu, 23 Desember 2023.
Ia mencontohkan, seperti halnya terhadap hasil usaha rotan dan karet. Tentunya rata-rata masyarakat di pelosok atau pedesaan bergantung terhadap hasil kedua komoditas usaha itu, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian terutama menstabilkan harga.
"Karena sampai sekarang ini harga dua komoditas usaha masyarakat tersebut belum juga kunjung stabil, jadi perlu adanya solusi atau dukungan pemerintah berupaya menstabilkan harga rotan dan karet ini," ujarnya.
Diungkapkannya bahwa, terkait itu juga kerap kali menjadi aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada pihaknya ketika saat melaksankan reses didalam daerah, dan hendaknya ini dapat menjadi perhatian.
"Kita tentu ingin masyarakat yang bergantung dengan hasil SDA bisa menemukan kesejahteraannya, maka dari itu dukungan pemerintah sangat penting dan kita berharap perhatian itu supaya jadi prioritas," tukasnya. (DONNY D/R)
Legislator Dorong Optimalisasi Pemanfaatan SDA untuk Kesejahteraan Masyarakat
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dewan Dorong Pembangunan Sektor Penunjang Kesejahteraan Masyarakat
Legislator Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pengembangan Usaha
Pemanfaatan SDA Harus Dibarengi dengan Pelestarian
Legislator Kalteng: Sektor Kesejahteraan Rakyat Perlu Terus Diperhatikan
Gencarkan Program Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Pelosok
Perhatikan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







