**Borneonews**, Kalimantan Timur - Dalam sebuah pengarahan yang diadakan di Istana Negara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan keprihatinan terkait penggunaan anggaran di beberapa kabupaten di Indonesia. Ia menyoroti situasi di mana sejumlah kabupaten mengalokasikan dana yang cukup besar, namun tidak memiliki program yang jelas dan terarah. Menurutnya, fenomena ini dapat berakibat kurang optimalnya penggunaan anggaran yang seharusnya dimanfaatkan demi kepentingan publik.
Presiden mengungkapkan bahwa sebagian besar dari alokasi dana tersebut sering kali digunakan untuk hibah yang lebih condong kepada kepentingan politik, ketimbang program-program yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Jokowi menegaskan pentingnya pengalihan fokus anggaran ke arah pembangunan infrastruktur penting, seperti rumah sakit dan universitas, yang secara langsung dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. "Seharusnya, dengan pengelolaan yang baik, dana tersebut bisa digunakan untuk membangun sepuluh rumah sakit atau satu universitas," tuturnya.
Lebih lanjut, Jokowi menginstruksikan kepada para gubernur untuk memastikan bahwa program-program yang dijalankan di daerah dapat bersinergi dengan visi dan misi pemerintah pusat. Hal ini penting agar inisiatif di setiap daerah dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat dan juga mendukung kerjasama antardaerah. Ia memberi contoh konkret bahwa dalam menangani isu-isu tertentu, seperti pengelolaan sampah, beberapa daerah bisa bersatu untuk mengatasi tantangan yang ada, sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan dengan lebih efisien.
Presiden juga menekankan peran strategis gubernur sebagai penghubung antara pemerintah pusat dan daerah. Ia mengingatkan para gubernur untuk benar-benar memahami prioritas yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan mengawal daftar prioritas pembangunan strategis agar tidak terjadi kesenjangan antara kebijakan pusat dan implementasi di tingkat daerah. "Jangan sampai pemerintah pusat menuju utara, sementara daerah malah melangkah ke selatan," pesan Jokowi.
Dengan penekanan pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan semua program pembangunan dapat berjalan dengan lebih terarah dan memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan masyarakat.
ANTARA
Presiden Jokowi Soroti Anggaran Besar Tanpa Program Jelas
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Presiden Prabowo Minta kepala Daerah Lakukan Penghematan Anggaran
Presiden Jokowi Apresiasi Pusat Riset Genomik Pertanian di Sumut
Presiden Jokowi Lantik M. Herindra Sebagai Kepala BIN Baru
Jokowi: Saya Serahkan Seutuhnya Cita-cita Besar Bangsa kepada Prabowo
Menko Pangan: Anggaran Program Swasembada Pangan 2025 Rp139,4 Triliun
Jokowi Tinggalkan Istana Merdeka Usai Purnatugas sebagai Presiden
Komentar (0)
Memuat komentar…







